Internasional

10 Negara Paling Tidak Aman di Dunia 2025: Afrika Dominan, Indonesia Aman

Raka Pratama Raka Pratama 29 Mar 2026 00:43 63 Views
Peta dunia dengan highlight negara-negara berisiko tinggi berdasarkan laporan keamanan global 2025

Peta dunia dengan highlight negara-negara berisiko tinggi berdasarkan laporan keamanan global 2025

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Laporan keamanan global terbaru mengungkap sejumlah negara dengan tingkat risiko tertinggi akibat konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, dan kriminalitas yang meluas. Data dari Gallup Global Safety Report 2025 dan Global Peace Index (GPI) menunjukkan pola mengkhawatirkan di beberapa wilayah dunia.

Afrika menjadi benua dengan konsentrasi negara paling tidak aman, sementara Asia menunjukkan variasi signifikan. Indonesia sendiri menempati posisi relatif aman dalam peringkat global.

Laporan Keamanan Global 2025

Gallup Global Safety Report 2025 mengukur persepsi keamanan penduduk di 144 negara. Survei ini menanyakan seberapa aman responden merasa ketika berjalan sendirian di malam hari.

Hasilnya menunjukkan disparitas tajam antarwilayah. Negara-negara dengan skor terendah terkonsentrasi di Afrika Sub-Sahara.

Metodologi Penilaian

Gallup menggunakan wawancara tatap muka dan telepon dengan sampel nasional di setiap negara. Indikator utama mencakup:

  • Persepsi keamanan pribadi
  • Pengalaman menjadi korban kejahatan
  • Kepercayaan pada penegak hukum
  • Ketersediaan layanan darurat

Global Peace Index melengkapi data ini dengan mengukur tingkat perdamaian menggunakan 23 indikator kuantitatif dan kualitatif.

Negara dengan Risiko Tertinggi

Berdasarkan kedua laporan tersebut, beberapa negara konsisten muncul sebagai wilayah paling berbahaya.

Wilayah Afrika

Gallup mencatat empat negara Afrika dengan persepsi keamanan terendah:

  1. Afrika Selatan - Tingkat kriminalitas kekerasan tertinggi
  2. Lesotho - Masalah keamanan yang sistemik
  3. Botswana - Peningkatan kejahatan terorganisir
  4. Liberia - Ketidakstabilan pascakonflik

Hanya 19-20% penduduk di negara-negara ini yang merasa aman berjalan sendirian di malam hari.

Zona Konflik Aktif

Global Peace Index mengidentifikasi tujuh negara dengan risiko ekstrem:

  • Yaman: Krisis kemanusiaan terparah dengan konflik internal berkepanjangan
  • Sudan: Eskalasi konflik militer sejak April 2023
  • Sudan Selatan: Kekerasan antarkelompok dan ketidakstabilan politik
  • Afghanistan: Pembatasan hak sipil ekstrem dan masalah keamanan persisten
  • Suriah: Pemulihan dari perang saudara 13 tahun
  • Republik Demokratik Kongo: Konflik bersenjata di provinsi timur
  • Rusia dan Ukraina: Dampak perang yang sedang berlangsung

ACLED (Armed Conflict Location & Event Data Project) mencatat peningkatan insiden kekerasan di negara-negara tersebut sepanjang 2024.

Situasi di Kawasan Asia

Asia menunjukkan gambaran yang lebih beragam. Beberapa negara menghadapi tantangan serius, sementara lainnya relatif stabil.

Titik Rawan Asia Tenggara

Myanmar menjadi perhatian khusus dengan tingkat kriminalitas tertinggi di kawasan. Situasi politik yang tidak menentu sejak kudeta 2021 berkontribusi pada kondisi ini.

Filipina dan Thailand juga menghadapi tantangan keamanan di wilayah tertentu, meski tidak masuk kategori paling berisiko.

Posisi Indonesia

Indonesia menempati peringkat ke-25 sebagai negara teraman secara global dalam laporan Gallup. Lebih dari 80% warga merasa aman berjalan di malam hari.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia lebih baik daripada banyak negara tetangga. Faktor pendukung meliputi:

  • Stabilitas politik yang terjaga
  • Perbaikan sistem penegakan hukum
  • Program pencegahan kejahatan yang efektif

Namun, tantangan tetap ada di beberapa daerah dengan tingkat kriminalitas tertentu.

Rekomendasi untuk Traveler

Status keamanan sebuah negara dapat berubah cepat. Beberapa faktor memengaruhi dinamika ini.

Pemantauan Berkala

Travel advisory dari pemerintah perlu diperbarui secara rutin. Kementerian Luar Negeri RI biasanya mengeluarkan peringatan perjalanan untuk negara-negara berisiko tinggi.

Organisasi internasional seperti WHO dan UN juga memberikan update tentang kondisi darurat di berbagai wilayah.

Langkah Persiapan

Pelancong disarankan mengambil beberapa tindakan pencegahan:

  1. Periksa travel advisory terbaru sebelum berangkat
  2. Daftarkan perjalanan di portal Safe Travel Kemenlu
  3. Simpan kontak darurat kedutaan setempat
  4. Belajar frasa penting dalam bahasa lokal
  5. Pahami budaya dan norma setempat

Asuransi perjalanan dengan cakupan komprehensif menjadi kebutuhan wajib untuk destinasi berisiko.

Laporan keamanan global memberikan gambaran penting bagi pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat. Data ini membantu pengambilan keputusan terkait investasi, diplomasi, dan tentu saja, perencanaan perjalanan. Pemahaman mendalam tentang dinamika keamanan global tetap krusial di era mobilitas tinggi seperti sekarang.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#keamanan global #negara berbahaya #travel advisory #konflik bersenjata #kriminalitas

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner