JAVASCORNER.CO.ID, BEIJING - Dua kapal kargo milik perusahaan pelayaran Iran yang terkena sanksi internasional dilaporkan membawa muatan diduga bahan bakar roket dari pelabuhan China menuju Iran. Kapal Shabdis dan Barzin milik Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL) itu berangkat dari pelabuhan Gaolan di Zhuhai, pesisir tenggara China, awal Maret 2026.
- Dua Kapal Iran yang Disanksi
- Muatan Diduga Bahan Bakar Roket
- Peran China dalam Pengiriman
- Tujuan Pelabuhan Strategis
Dua Kapal Iran yang Disanksi
Kapal Shabdis dan Barzin dioperasikan oleh IRISL, perusahaan pelayaran milik negara Iran yang saat ini berada di bawah sanksi Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa. Washington menuduh IRISL kerap mengangkut material untuk program misil balistik Iran.
Kedua kapal tersebut sebelumnya berlabuh di pelabuhan Gaolan, fasilitas penyimpanan kimia di Kota Zhuhai yang dikenal menangani volume besar bahan kimia industri. Pelabuhan ini sering memproses bahan seperti sodium perchlorate, prekursor penting untuk memproduksi bahan bakar roket padat.
Muatan Diduga Bahan Bakar Roket
Analisis data pelacakan kapal, citra satelit, dan catatan sanksi menunjukkan muatan yang dibawa kemungkinan adalah sodium perchlorate. Bahan kimia ini diperlukan Iran untuk membuat propelan misil.
Para pakar yang melacak pergerakan kapal menilai pola perjalanan Shabdis dan Barzin mirip dengan pengiriman sebelumnya. Isaac Kardon, peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan penjelasan paling sederhana adalah mereka memuat komoditas yang sama yang telah dikirim bolak-balik selama lebih dari setahun terakhir.
Peran China dalam Pengiriman
Kardon menilai pemerintah China sebenarnya memiliki berbagai cara administratif untuk menahan keberangkatan kapal tersebut, tetapi tidak melakukannya. China bisa menahan kapal-kapal ini di pelabuhan, memberlakukan penundaan administratif, atau membuat penahanan bea cukai.
Keputusan itu cukup mencolok mengingat Amerika Serikat dan Iran sedang terlibat konfrontasi militer langsung. China memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Iran, termasuk dalam sektor energi dan perdagangan.
Tujuan Pelabuhan Strategis
Hingga Sabtu (7/3/2026), kedua kapal dilaporkan berada di Laut China Selatan. Kapal Barzin sempat berlabuh di lepas pantai Malaysia saat menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran, yang berjarak sekitar 4.000 mil.
Kapal itu diperkirakan tiba pekan depan. Sementara itu, Shabdis berlayar menuju pelabuhan Chabahar dengan perkiraan tiba pada 16 Maret. Kedua pelabuhan tersebut memiliki signifikansi strategis bagi operasi militer dan logistik Iran.
Pengiriman ini terjadi di tengah ketegangan militer yang meningkat antara AS dan Iran. Washington telah memperketat sanksi terhadap entitas yang diduga mendukung program misil Teheran, sementara China tetap menjadi mitra dagang penting bagi Iran meski tekanan internasional terus berlanjut.