JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Tumpukan sampah mencapai 6.970 ton atau setara 410 truk tronton di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, viral di media sosial. Perumda Pasar Jaya mengaku telah bergerak cepat menangani penumpukan yang terjadi sejak awal Maret 2026 akibat kendala teknis penyediaan armada.
Viral di Media Sosial
Gambar dan video tumpukan sampah raksasa di Pasar Kramat Jati menyebar luas di platform seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Volume sampah yang mencapai 6.970 ton langsung menarik perhatian publik.
Banyak warganet menyoroti dampak lingkungan dan kesehatan dari penumpukan tersebut. Aktivitas pedagang dan pengunjung pasar sempat terganggu akibat kondisi ini.
Penanganan Segera
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dalam dua hari terakhir, 33 truk tronton dikerahkan untuk mengangkut sampah.
"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya," kata Topik dalam keterangan resmi, Minggu (29/3/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pedagang, pengunjung, dan warga sekitar. Penertiban dan penyaringan alur pembuangan sampah dilakukan agar penanganan tidak hanya reaktif.
Koordinasi dengan DLH DKI
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengirimkan personel dan armada tambahan untuk mempercepat proses pengangkutan. Langkah ini diharapkan bisa menyelesaikan penumpukan dalam waktu singkat.
Pasar Jaya melakukan screening untuk mengendalikan alur pembuangan. Tujuannya jelas: mencegah penumpukan serupa terulang di masa depan.
Langkah Jangka Pendek
Perumda Pasar Jaya menyiapkan beberapa langkah praktis untuk mengatasi masalah sampah. Dalam waktu dekat, lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit akan diadakan.
Truk-truk tersebut ditargetkan beroperasi akhir April 2026. Optimalisasi kerja sama dengan pihak ketiga juga digencarkan untuk mempercepat distribusi dan pengangkutan.
Pengadaan Armada Baru
Pengadaan armada baru menjadi prioritas utama. Kapasitas pengangkutan diharapkan meningkat signifikan dengan tambahan lima truk sampah.
Proses pengadaan sedang diproses secara intensif. Pasar Jaya berkomitmen menyelesaikan masalah ini dengan sumber daya yang memadai.
Solusi Berkelanjutan
Untuk jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mulai mengarah pada penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan. Uji coba teknologi thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) disiapkan sebagai solusi.
Teknologi ini dirancang untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya. Sistem MASARO bertujuan mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Teknologi Pengolahan Modern
Thermal hydrolysis menggunakan panas dan tekanan untuk mengurai sampah organik. Proses ini bisa menghasilkan produk yang bermanfaat seperti kompos atau energi.
Penerapan teknologi modern diharapkan mengubah paradigma pengelolaan sampah di pasar tradisional. Investasi ini dianggap penting untuk solusi jangka panjang.
Manfaat Jangka Panjang
- Mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir
- Menghasilkan energi atau produk daur ulang
- Meminimalisir dampak lingkungan
- Meningkatkan efisiensi operasional
Penanganan sampah di Pasar Kramat Jati menjadi ujian bagi pengelolaan lingkungan di ibu kota. Respons cepat Pasar Jaya dan rencana jangka panjangnya menunjukkan komitmen mengatasi masalah sampah secara menyeluruh. Masyarakat menunggu realisasi langkah-langkah tersebut untuk melihat perubahan nyata di pasar terbesar di Jakarta Timur ini.