JAVASCORNER.CO.ID, BEIJING - Tujuh ekor anjing berhasil melarikan diri dari penculik di China dan kembali ke pemiliknya setelah menempuh perjalanan 17 kilometer. Video perjalanan mereka yang penuh solidaritas viral di media sosial dengan lebih dari 230 juta penonton sejak diunggah pada 16 Maret 2026.
- Kisah Pelarian yang Menginspirasi
- Dugaan Penculikan untuk Daging Anjing
- Reaksi Media Sosial dan Seruan Perlindungan
- Kembali ke Pemilik dengan Selamat
Kisah Pelarian yang Menginspirasi
Video yang diunggah pengguna Douyin bernama Liu menunjukkan kawanan anjing berjalan bersama secara kompak. Seekor anjing gembala Jerman yang terluka berada di tengah kelompok, sementara anjing Corgi di depan berulang kali menoleh untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
Kelompok ini terdiri dari berbagai ras:
- German Shepherd
- Corgi
- Golden Retriever
- Labrador
- Pekinese
Liu menggambarkan pemandangan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. "Mereka seperti sekelompok saudara kecil yang sedang dalam kesulitan," katanya kepada Dahe Daily. "Mereka bergerak serempak—sama sekali tidak seperti anjing liar."
Rekaman yang Menyentuh Hati
Rekaman lain menampilkan kelompok anjing tersebut berkeliaran di ladang sekitar. Organisasi penyelamatan Bitter Coffee Stray Dog Base mengungkapkan bahwa ketujuh anjing berasal dari desa yang sama dan telah membentuk ikatan kuat karena sering berkeliaran bersama.
Dugaan Penculikan untuk Daging Anjing
Relawan dari Bitter Coffee Stray Dog Base menduga anjing-anjing tersebut dicuri oleh pelaku yang bekerja untuk toko daging anjing. Mereka kemungkinan berhasil kabur dari truk pengangkut, meski tidak ada saksi yang melihat langsung momen pelarian itu.
Praktik Konsumsi Daging Anjing di China
Di China utara, konsumsi daging anjing masih ditemukan terutama selama musim dingin panjang. Banyak orang percaya daging anjing memberikan kehangatan dan nutrisi tambahan.
Asosiasi Perlindungan Hewan Dalian menjelaskan bahwa peternakan anjing sangat jarang karena biaya pemeliharaan yang tinggi. Akibatnya, beberapa pelaku usaha memilih sumber yang lebih murah:
- Anjing liar
- Hewan peliharaan curian
Reaksi Media Sosial dan Seruan Perlindungan
Video perjalanan tujuh anjing ini menuai perhatian luas di internet. Banyak warganet terharu dengan solidaritas yang ditunjukkan hewan-hewan tersebut.
Seorang pengguna menulis komentar yang menggambarkan dinamika kelompok: "Golden Retriever berada paling dekat dengan lalu lintas untuk melindungi yang lain. Corgi terus memastikan tidak ada yang tertinggal. German Shepherd menunjukkan kepemimpinan alami."
Seruan untuk Undang-Undang Perlindungan
Komentar lain berbunyi, "Anjing menunjukkan kesetiaan pada sesamanya; manusia yang menyakiti mereka justru menunjukkan jauh lebih sedikit kemanusiaan." Banyak warganet menyerukan pembuatan undang-undang perlindungan hewan yang lebih kuat di China.
Saat ini, hukum China belum secara eksplisit melarang konsumsi daging anjing. Namun, beberapa kota seperti Shenzhen telah melarang konsumsi kucing dan anjing sejak tahun 2020.
Kembali ke Pemilik dengan Selamat
Pada 19 Maret 2026, relawan melaporkan bahwa ketujuh anjing telah kembali ke pemilik masing-masing. Pemilik-pemilik tersebut berasal dari tiga rumah berbeda di desa yang sama.
Perjalanan 17 Kilometer
Jarak antara lokasi pertama kali mereka terlihat di jalan raya dengan desa asal mencapai sekitar 17 kilometer. Seorang pemilik mengungkapkan kelegaan yang mendalam setelah anjingnya—seekor German Shepherd dan Golden Retriever—berhasil pulang.
"Kami sangat beruntung mereka kembali, bukan untuk dimakan," katanya dengan haru. Pemilik lain menambahkan bahwa anjing Corginya memang dikenal cerdas dan mampu menemukan jalan pulang sendiri.
Bantuan dari Relawan
Relawan dari Bitter Coffee Stray Dog Base mengerahkan drone untuk melacak posisi anjing-anjing tersebut dan membantu proses pemulangan. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai pelaku pencurian yang diduga bertanggung jawab.
Kisah tujuh anjing ini tidak hanya menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia, tetapi juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi hewan. Perjalanan mereka yang penuh solidaritas menjadi pengingat akan ikatan khusus antara manusia dan hewan peliharaan, serta kebutuhan akan sistem yang lebih baik untuk melindungi makhluk hidup yang tidak bisa bersuara untuk diri mereka sendiri.