Viral

Abah Setu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf: Saya Khilaf, Video Itu Menyinggung Umat Islam

Ujang Trisno Ujang Trisno 11 Sep 2026 04:07 96 Views
Abah Setu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf: Saya Khilaf, Video Itu Menyinggung Umat Islam

Abah Setu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf: Saya Khilaf, Video Itu Menyinggung Umat Islam

Javas Corner - Asep Setiawan yang akrab disapa Abah Setu akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah sebuah video yang memuat pernyataannya viral di media sosial dan dinilai menyinggung Nabi Muhammad SAW beserta syariat Islam.

 

Permintaan maaf itu disampaikan dalam mediasi bersama sejumlah perwakilan umat Islam dan warga Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026). Mediasi ini menjadi titik akhir dari polemik yang sempat memanaskan situasi di tengah masyarakat.

 

Sebelumnya, video tersebut memicu keresahan warga di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Dalam rekaman yang beredar, Abah Setu membahas persoalan yang disebut berkaitan dengan kondisi terjebak syariat. Sejumlah bagian dalam video itu kemudian dipersoalkan karena dinilai menyinggung Nabi Muhammad SAW dan syariat Islam.

 

Polemik tersebut berlanjut dengan kedatangan sejumlah warga ke kediaman Abah Setu pada Senin (7/9/2026) malam. Abah Setu merupakan pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam. Warga datang untuk meminta klarifikasi secara langsung terkait isi video yang beredar. Situasi sempat menegang sebelum akhirnya pihak-pihak terkait sepakat menempuh jalur mediasi.

 

Dalam mediasi di Polres Metro Bekasi, Abah Setu mengakui adanya kekeliruan dalam video tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam. Ia menyadari bahwa ucapannya telah menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak.

 

"Saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," kata Abah Setu dalam pernyataannya.

 

Selain meminta maaf, Abah Setu menyatakan akan menghentikan kegiatan yang berkaitan dengan konten atau aktivitas yang berpotensi menyinggung maupun menyesatkan umat Islam. Ia juga menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum apabila kembali mengulangi pernyataan dalam bentuk yang sama atau sejenis.

 

Abah Setu berjanji menjaga harkat dan martabat Nabi Muhammad SAW beserta syariatnya. Ia juga menyatakan akan memperbaiki dan memvalidasi pemahamannya mengenai Islam kepada ulama yang saleh. Pernyataan ini menjadi bentuk keseriusan dirinya untuk menutup polemik yang sempat mencuat.

 

Perwakilan Forum Umat Islam Bekasi Raya, Sayf Alifulloh, mengapresiasi pelaksanaan mediasi tersebut. Namun, ia mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil kesepakatan. Menurut Sayf, pihaknya sebelumnya telah melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.

 

"Kami sebenarnya tidak puas dengan hasil ini. Ada beberapa poin yang menurut kami belum disebutkan secara detail, salah satunya permintaan agar kegiatan tersebut ditutup total," ujar Sayf.

 

Sayf mengatakan pihaknya menginginkan rumah Abah Setu tetap dapat digunakan sebagai tempat tinggal. Namun, rumah tersebut diharapkan tidak lagi digunakan untuk kegiatan pengajian maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Ia menyebut tindak lanjut aspek hukum akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan kuasa hukum.

 

Perwakilan warga Kabupaten Bekasi, Ajel, juga meminta aparat penegak hukum menangani persoalan tersebut secara adil. Menurutnya, penghentian aktivitas yang dipersoalkan penting untuk mencegah polemik serupa kembali terjadi.

 

"Kami menghargai adanya proses hukum dan meminta kepada penegak hukum agar ditindak secara adil. Kami ingin ada efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang," kata Ajel.

 

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang kehati-hatian dalam berbicara, terutama di ruang publik dan media sosial. Ucapan yang dianggap sepele bisa berdampak luas dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Umat Islam sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat Nabi Muhammad SAW beserta syariatnya, sehingga segala pernyataan yang dinilai menyinggung hal tersebut pasti akan menuai reaksi.

 

Di sisi lain, penyelesaian melalui mediasi menjadi salah satu jalur yang mengedepankan dialog dan musyawarah. Pendekatan ini dinilai lebih menenangkan daripada konfrontasi yang bisa memperkeruh situasi. Namun, proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan agar ada kepastian dan keadilan bagi semua pihak.

 

Pelajaran berharga dari peristiwa ini adalah pentingnya literasi keagamaan yang benar dan bimbingan dari ulama yang kredibel. Seseorang yang menyampaikan pandangan keagamaan tanpa dasar yang kuat berisiko menyesatkan orang lain dan melukai perasaan umat. Validasi pemahaman kepada ahlinya menjadi langkah bijak yang seharusnya dilakukan sebelum menyampaikan pendapat ke publik.

 

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi konten yang beredar. Verifikasi kebenaran informasi dan menahan diri dari menyebarkan potongan video tanpa konteks penuh menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih luas. Konflik yang dipicu oleh konten viral sering kali membesar karena informasi yang tidak utuh dan emosi yang tersulut.

 

Kasus Abah Setu ini sekaligus menegaskan bahwa permintaan maaf dan pengakuan kesalahan adalah langkah awal yang baik untuk meredakan ketegangan. Namun, pertanggungjawaban dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama tetap menjadi hal yang harus dipegang. Masyarakat menunggu tindak lanjut yang jelas agar persoalan ini benar-benar selesai tanpa menyisakan luka.

 

#AbahSetu #PermintaanMaaf #Viral #Bekasi #UmatIslam #Mediasi #SyariatIslam #HarkatNabi #CikarangBarat #BeritaNasional

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner