JavasCorner.co.id – Sebuah aksi anarkis mewarnai wilayah hukum Polres Luwu pada Senin (23/2/2026) sore. Sebuah rumah di Lingkungan Pabuntang, Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, menjadi sasaran amuk massa. Aksi pengrusakan ini viral di media sosial setelah rekaman video amatir memperlihatkan puluhan orang tak dikenal (OTK) menyerbu dan merusak properti rumah berwarna abu-abu tersebut.
Dalam video yang beredar luas di grup-grup WhatsApp dan platform media sosial, tampak sekelompok pria datang bergerombol. Mereka terlihat melempari rumah dengan batu, diikuti suara pecahan kaca yang keras. Suasana mencekam terekam jelas dalam video berdurasi pendek itu, memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Diduga Dipicu Kasus Pembunuhan Sebelumnya
Aparat kepolisian setempat menduga kuat aksi pengrusakan ini merupakan bentuk main hakim sendiri yang dipicu oleh kasus pembunuhan dan pencurian yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Korban dalam kasus tersebut adalah Ririn Andriani Pasalli (31), seorang karyawan BRI-Link yang tewas secara tragis di Dusun Pantilang, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, pada Rabu (18/2/2026) pekan lalu.
Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, aksi anarkis ini diduga dilakukan oleh pihak keluarga korban yang emosi setelah informasi mengenai terduga pelaku pembunuhan beredar liar di media sosial.
“Informasi yang kami terima, keluarga korban terpancing emosi setelah mengetahui keberadaan terduga pelaku yang dikabarkan menempati rumah tersebut. Namun saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni,” ujar Kapolsek.
Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Akibat serangan mendadak tersebut, rumah yang menjadi sasarna mengalami kerusakan cukup parah. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mencatat sejumlah kerusakan material. Beberapa kaca jendela pecah, pintu rumah rusak, serta berbagai perabotan rumah tangga seperti kursi, etalase, dan tempat tidur turut menjadi sasaran perusakan.
“Tidak hanya itu, rangka lemari aluminium juga dilaporkan rusak. Selain itu, sejumlah pot bunga dan papan nama juga hancur akibat lemparan batu. Total kerugian materil sementara kita taksir mencapai Rp15 juta,” jelas AKP Abdul Azis.
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan dan Siaga Cegah Aksi Serupa
Sementara itu, terkait kasus utama pembunuhan Ririn Andriani Pasalli, Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif. Seluruh personel Satuan Reskrim Polres Luwu dikerahkan untuk memburu pelaku pembunuhan keji tersebut.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar pelaku segera tertangkap. Tim kami bekerja siang dan malam untuk mengungkap kasus ini. Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut demi kelancaran proses penyidikan,” ungkap AKBP Adnan Pandibu.
Pasca-insiden pengrusakan, pihak kepolisian juga telah meningkatkan patroli di wilayah Kecamatan Walenrang untuk mengantisipasi adanya aksi main hakim sendiri lanjutan serta menjaga kondusivitas keamanan di tengah masyarakat yang masih diliputi duka dan emosi pasca meninggalnya Ririn.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya informasi yang tidak terverifikasi dan tindakan main hakim sendiri yang justru dapat menimbulkan masalah hukum baru di tengah upaya aparat menegakkan keadilan.