JAVASCORNER.CO.ID, BATAUGA - Seorang pria yang disebut sebagai anak Bupati Buton Selatan (Busel) dilaporkan ke polisi setelah diduga menghalangi dan menghina rombongan pengawalan Wakil Bupati Busel di jalan raya Batauga, Rabu (11/3/2026).
Kronologi Insiden
Kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WITA di ruas jalan antara Desa Lawela Selatan dan Lingkungan La Busa, Kecamatan Batauga. Mobil silver yang dikendarai Sandi—dikenal sebagai anak Bupati Busel—diduga beberapa kali mengambil jalur kendaraan rombongan pengawalan.
Manuver zig-zag kendaraan tersebut memaksa rombongan wakil bupati menghentikan kendaraan secara mendadak. Situasi semakin memanas ketika pengendara mobil silver menurunkan kaca dan melontarkan kata-kata penghinaan.
Kata "babi" disebut diarahkan kepada Wakil Bupati Busel yang saat itu berada dalam rombongan. Insiden ini terjadi di wilayah yang menjadi jalur rutin perjalanan dinas pejabat daerah.
Laporan Kepolisian
Yusri, anggota Satpol PP Busel yang tergabung dalam rombongan pengawalan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batauga. Laporan resmi diajukan dengan tuduhan penghalangan dan penghinaan terhadap pejabat.
"Tindakan ini tidak pantas dan berpotensi mengganggu keamanan rombongan," jelas Yusri dalam laporannya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Batauga belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan.
Proses hukum sedang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat menunggu transparansi penanganan kasus yang melibatkan keluarga pejabat ini.
Reaksi Pihak Terkait
Kantor Bupati Busel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Sumber internal menyebutkan ada upaya mediasi internal sebelum laporan polisi diajukan.
Masyarakat setempat berharap kasus ini ditangani secara profesional tanpa pandang bulu. Insiden ini mengingatkan pentingnya etika berlalu lintas dan penghormatan terhadap institusi pemerintah.
Pengamat hukum daerah menekankan bahwa status sosial tidak boleh menjadi alasan untuk melanggar hukum. Setiap warga negara memiliki kedudukan sama di depan hukum, termasuk keluarga pejabat.
Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga sikap dan tutur kata dalam kehidupan bermasyarakat. Proses hukum yang adil akan memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah.