JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic menghadapi ancaman kerugian miliaran dolar setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memasukkan mereka dalam daftar hitam. Keputusan ini berdampak langsung pada pendapatan perusahaan dari kontrak Departemen Pertahanan AS dan merusak reputasi bisnis mereka di mata pelanggan.
Dampak Keuangan Besar
Chief Financial Officer Anthropic Krishna Rao mengungkapkan kekhawatiran serius. Dalam dokumen pengadulan yang diajukan perusahaan, Rao menyebut tindakan pemerintah bisa mengurangi pendapatan tahun 2026 hingga miliaran dolar.
Kerugian langsung diperkirakan melebihi US$150 juta atau sekitar Rp2,5 triliun. Angka ini berasal dari pendapatan terkait kontrak Departemen Pertahanan yang sudah berjalan maupun yang diharapkan.
Perusahaan juga berpotensi kehilangan 50% hingga 100% pendapatan dari kontraktor pertahanan. Pihak lain yang bergantung pada departemen tersebut ikut terpengaruh.
Kerusakan Reputasi Bisnis
Kepala sektor publik Anthropic Thiyagu Ramasamy menyoroti dampak reputasi. Menurutnya, penetapan sebagai perusahaan daftar hitam mencemarkan integritas Anthropic sebagai mitra terpercaya.
"Dampak ini nyata namun sulit dihitung secara finansial," jelas Ramasamy. Efeknya terasa pada penjualan kepada pelanggan non-pemerintah yang mulai meragukan kerja sama.
Lebih dari 100 pelanggan perusahaan terus mengajukan pertanyaan. Mereka menunjukkan rasa takut, kebingungan, dan keraguan untuk melanjutkan hubungan bisnis dengan Anthropic.
Gangguan Kerja Sama
Sejumlah negosiasi penting akhirnya terganggu akibat masalah ini. Total nilai rencana kerja sama di bidang keuangan yang terancam mencapai US$180 juta atau sekitar Rp3 triliun.
Satu kontrak senilai US$15 juta telah dihentikan sepenuhnya. Sebuah pelanggan fintech mengurangi kontrak dari US$10 juta menjadi hanya US$5 juta karena situasi dengan Pentagon.
Dokumen pengaduan Anthropic mengutip pernyataan Rao yang dikirimkan ke Reuters Selasa (10/3/2026). Perusahaan berusaha mencegah penetapan daftar hitam melalui jalur hukum.
Anthropic kini menghadapi tantangan ganda: kerugian finansial besar dan pemulihan kepercayaan pasar. Masa depan perusahaan tergantung pada kemampuan mereka melewati krisis kebijakan pemerintah ini.