Internasional

AS Bom Pulau Kharg, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran

Ginanjar Sadewa Ginanjar Sadewa 15 Mar 2026 01:18 68 Views
AS Bom Pulau Kharg, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran

AS Bom Pulau Kharg, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran

JAVASCORNER.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap target di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Dalam pernyataan melalui platform Truth Social, Sabtu (14/3/2026), Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut jika Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.

Serangan Militer AS

Trump menyebut pasukan AS telah "menghancurkan total setiap target militer" di Pulau Kharg. Pulau yang terletak 30 kilometer dari daratan Iran ini menjadi terminal ekspor untuk 90% pengiriman minyak negara tersebut.

"Atas pertimbangan kepantasan, saya memilih untuk TIDAK menghapus Infrastruktur Minyak di Pulau," tulis Trump. Namun dia menegaskan akan mempertimbangkan kembali keputusan itu jika Iran mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Menurut laporan media Iran, lebih dari 15 ledakan terdengar di pulau tersebut selama serangan. Sumber-sumber menyebutkan pertahanan udara, pangkalan angkatan laut, dan fasilitas bandara menjadi sasaran.

Ancaman di Selat Hormuz

Trump juga mengumumkan AS akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker melalui Selat Hormuz. Jalur air strategis ini sebelumnya mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dunia sebelum konflik terbaru.

"Iran tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan apa pun yang ingin kami serang," klaim Trump. Dia mendesak angkatan bersenjata Iran menyerahkan diri untuk "menyelamatkan apa yang tersisa dari negara mereka."

Gangguan di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak global. Pemerintahan Trump berusaha mengatasi dampak ekonomi dari ketegangan ini.

Penguatan Pasukan AS

AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan pasukan Marinir tambahan. Elemen dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan kapal serang amfibi USS Tripoli telah diperintahkan ke kawasan tersebut.

Unit-unit ini berspesialisasi dalam pendaratan amfibi, pengamanan kedutaan, dan evakuasi sipil. Kapal Tripoli terlihat berlayar sendirian dekat Taiwan dan diperkirakan membutuhkan lebih dari seminggu untuk mencapai perairan Iran.

Angkatan Laut AS sebelumnya telah memiliki 12 kapal, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, yang beroperasi di Laut Arab.

Penawaran Hadiah AS

Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar untuk informasi tentang pejabat militer dan intelijen senior Iran. Target termasuk Pemimpin Tertinggi baru Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra dan penerus Ali Khamenei yang tewas dalam kampanye pengeboman Februari lalu.

Penawaran hadiah menyasar 10 pejabat terkait Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Departemen Luar Negeri menyebut IRGC merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia.

AS telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing. Washington juga menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap Trump sebagai pembalasan atas kematian komandan Qassem Soleimani tahun 2020.

Respons Iran

Angkatan bersenjata Iran memperingatkan serangan terhadap infrastruktur minyak dan energi mereka akan memicu pembalasan terhadap fasilitas perusahaan minyak yang bekerja sama dengan AS di kawasan. Media Iran melaporkan pernyataan ini sebagai respons atas serangan ke Pulau Kharg.

Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat publik sejak pengangkatannya Minggu lalu, dikabarkan terluka dalam kampanye pengeboman AS-Israel. Media negara Iran membacakan pernyataan yang dikaitkan dengannya yang menyerukan terus menggunakan "tuas pemblokiran Selat Hormuz."

Ketegangan meningkat sejak kampanye pengeboman AS-Israel dimulai 28 Februari setelah peningkatan besar-besaran kekuatan militer AS di kawasan. Iran telah merespons dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak di seluruh wilayah.

Eskalasi konflik ini terus mempengaruhi stabilitas kawasan dan pasar energi global, dengan kedua belah pihak menunjukkan kesiapan untuk konfrontasi lebih lanjut. Dunia internasional mengawasi perkembangan dengan cermat mengingat implikasi luas bagi keamanan maritim dan pasokan minyak dunia.

Ginanjar Sadewa

// Verified Author

Ginanjar Sadewa

System Developer

Bertanggung jawab atas infrastruktur server dan keamanan sistem.

▸ TAG TOPIK

#AS Iran #Perang Timur Tengah #Minyak #Selat Hormuz #Donald Trump

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner