JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara ke Provinsi Alborz di dekat ibu kota Iran, Teheran, pada Selasa (7/4/2026) dini hari. Serangan ini menewaskan 18 warga sipil, termasuk dua anak-anak, dan melukai 24 orang lainnya.
Serangan Dini Hari
Bom-bom menghantam permukiman di Provinsi Alborz sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Ledakan terdengar hingga radius 50 kilometer dari pusat serangan.
Warga melaporkan suara pesawat tempur dan sirene peringatan sebelum ledakan terjadi. Beberapa area mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan infrastruktur.
Lokasi Serangan
Provinsi Alborz terletak di sebelah barat Teheran dan menjadi kawasan padat penduduk. Daerah ini juga memiliki beberapa fasilitas militer dan industri strategis Iran.
Serangan difokuskan pada tiga titik berbeda di provinsi tersebut:
- Kawasan perumahan di Karaj
- Pinggiran kota Hashtgerd
- Area industri di Nazarabad
Korban dan Kerusakan
Wakil Gubernur Provinsi Alborz mengonfirmasi 18 korban tewas dalam serangan ini. "Kematian 18 warga kami telah dikonfirmasi, termasuk dua anak kecil," ujarnya melalui situs peradilan Mizan Online.
Kantor berita Fars melaporkan korban tewas terdiri dari 10 laki-laki, 6 perempuan, dan 2 anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Sebanyak 24 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Kerusakan Infrastruktur
Serangan menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan:
- Dua sekolah dasar rusak berat
- Satu puskesmas hancur sebagian
- Rumah-rumah warga di tiga kompleks perumahan rata dengan tanah
- Jaringan listrik dan air terputus di empat kecamatan
Tim penyelamat masih berusaha mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan. Cuaca dingin memperlambat operasi penyelamatan.
Respons Pemerintah
Pemerintah Iran belum merilis pembaruan resmi tentang total korban konflik dalam beberapa hari terakhir. Keterbatasan akses membuat verifikasi independen sulit dilakukan.
AFP melaporkan kesulitan mengakses lokasi serangan untuk memverifikasi jumlah korban secara mandiri. Media internasional menghadapi pembatasan pergerakan di daerah konflik.
Pernyataan Pejabat
Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan ini sebagai "pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat dimaafkan". Dia berjanji akan memberikan respons yang tepat melalui saluran diplomatik.
"Rakyat Iran tidak akan tinggal diam menghadapi agresi ini," tegasnya dalam konferensi pers singkat di Teheran.
Konteks Konflik
Serangan ini merupakan yang ketiga dalam seminggu terakhir. Ketegangan antara AS-Israel dan Iran terus memanas sejak awal April 2026.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) mencatat 3.597 orang tewas sejak konflik berlangsung. Angka ini mencakup 1.665 warga sipil, termasuk 248 anak-anak.
Korban Konflik
Data HRANA yang berbasis di AS menunjukkan komposisi korban:
- 1.665 warga sipil
- 248 anak-anak
- 1.221 personel militer
- 711 korban belum terklasifikasi
Konflik telah menyebabkan pengungsian internal bagi ribuan keluarga di wilayah perbatasan. Bantuan kemanusiaan mulai kesulitan mencapai daerah-daerah terdampak.
Dampak Regional
Serangan terbaru ini meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah. Negara-negara tetangga meningkatkan kewaspadaan di perbatasan mereka.
Pasar minyak dunia bereaksi dengan kenaikan harga minyak mentah sebesar 3,2 persen. Investor khawatir konflik akan mengganggu pasokan energi global.
Reaksi Internasional
PBB mendesak semua pihak untuk menghentikan eskalasi konflik. Sekretaris Jenderal memperingatkan dampak humanitarian yang semakin parah.
Uni Eropa mengeluarkan pernyataan menyerukan gencatan senjata segera. Mereka menawarkan mediasi untuk perundingan damai.
Negara-negara Arab menunjukkan respons beragam. Beberapa mengutuk serangan, sementara lainnya memilih bersikap hati-hati dalam pernyataan resmi.
Masyarakat internasional terus memantau perkembangan dengan cemas. Diplomasi intensif diperlukan untuk mencegah konflik yang lebih luas. Keamanan kawasan Timur Tengah kembali diuji dalam situasi yang semakin tidak menentu ini.