Internasional

Asia Siaga Darurat: Virus Nipah Kembali Menyerang India

Ujang Trisno Ujang Trisno 22 Feb 2026 04:09 56 Views
Banner Utama

 

Kawasan Asia kembali dihadapkan pada ancaman kesehatan serius setelah virus Nipah dilaporkan merebak di India. Dua orang warga negara bagian Benggala Barat meninggal dunia akibat terinfeksi virus mematikan ini, memicu respons cepat dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura yang langsung memperketat pengawasan di perbatasan.

 

Virus Nipah termasuk dalam kategori henipavirus yang bersifat zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Tingkat fatalitasnya mencapai 40 hingga 75 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan COVID-19. Inang alami virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae, yang dapat menularkan melalui air liur, urin, atau fesesnya.

 

Terdapat tiga jalur utama penularan virus Nipah. Pertama, kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar atau babi. Kedua, konsumsi makanan terkontaminasi, terutama getah kurma mentah yang sering diolah menjadi jus. Ketiga, penularan antar manusia melalui kontak erat, terutama dalam lingkungan perawatan kesehatan.

 

Gejala virus Nipah muncul dalam waktu 4 hingga 14 hari setelah infeksi. Penderitanya akan mengalami demam, sakit kepala parah, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Pada fase lanjut, virus menyerang sistem saraf pusat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak, ditandai dengan kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa penyintas dilaporkan mengalami ensefalitis kambuh bertahun-tahun kemudian.

 

Thailand bergerak cepat dengan melakukan skrining suhu tubuh terhadap ribuan penumpang dari India. Malaysia, yang memiliki pengalaman menghadapi wabah Nipah pada 1998, langsung mengaktifkan protokol darurat di pintu masuk negara. Singapura sebagai pusat transportasi regional juga meningkatkan pengawasan terhadap pelancong yang menunjukkan gejala demam.

 

Meskipun Indonesia belum melaporkan kasus virus Nipah, kewaspadaan dini tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas penduduk antarnegara. Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih, menghindari konsumsi makanan mentah yang tidak jelas asalnya, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam setelah bepergian ke wilayah terjangkit.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner