Regional

Badan Geologi Tak Temukan Gas Berbahaya di Lokasi Kematian Satu Keluarga di Temanggung

Raka Pratama Raka Pratama 30 May 2026 07:10 42 Views
Badan Geologi Tak Temukan Gas Berbahaya di Lokasi Kematian Satu Keluarga di Temanggung

Badan Geologi Tak Temukan Gas Berbahaya di Lokasi Kematian Satu Keluarga di Temanggung

JAVASCORNER.CO.ID, TEMANGGUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak terdapat gas vulkanik berbahaya di Kawasan Wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pengukuran dilakukan setelah empat orang dari satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026).

Hasil Pengukuran

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi. Pengukuran dilakukan di sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.

Hasilnya, konsentrasi karbon dioksida (CO2) tercatat sebesar 0,03 persen. Sementara hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm.

"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," ujar Lana dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan kerusakan akibat paparan gas berbahaya. Aktivitas Gunung Sindoro juga berada pada Level I (normal).

Kronologi Kejadian

Empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda di Wisata Alam Posong pada Rabu (27/5/2026) sore. Mereka adalah Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), serta dua anaknya, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Keluarga asal Kabupaten Semarang itu tiba di Posong pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda untuk memberi tahu waktu check-out, tetapi tidak mendapat respons. Pintu tenda kemudian dibuka paksa dan keempat korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Dugaan Sementara

Penjabat Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan otopsi terhadap satu korban, yaitu Alfino, di RSUD Kabupaten Temanggung. Hasil otopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian.

Meski belum ada kesimpulan pasti, dugaan awal mengarah pada faktor gas atau kekurangan oksigen di dalam tenda. Namun, Badan Geologi telah mengesampingkan adanya gas vulkanik berbahaya.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah membuka kembali kawasan wisata Posong setelah sebelumnya ditutup untuk penyelidikan.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Badan Geologi #Temanggung #Wisata Posong #kematian satu keluarga #gas berbahaya

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner