Megapolitan

Bahaya Tersembunyi Pulau Sampah Muara Angke Terhadap Makanan Manusia

Ujang Trisno Ujang Trisno 05 Jun 2026 19:23 1 Views
Bahaya Tersembunyi Pulau Sampah Muara Angke Terhadap Makanan Manusia

Bahaya Tersembunyi Pulau Sampah Muara Angke Terhadap Makanan Manusia

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Tumpukan sampah yang membentuk "pulau sampah" di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, tidak hanya mencemari pemandangan. Mikroplastik yang berasal dari sampah tersebut berpotensi masuk ke rantai makanan manusia melalui ikan, kerang, dan biota laut lainnya.

Dampak Mikroplastik pada Rantai Makanan

Pakar Pencemaran dan Toksikologi dari Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Etty Riani, mengungkapkan bahwa keberadaan sampah plastik dalam jumlah besar di Muara Angke meningkatkan kandungan mikroplastik dan nanoplastik di lingkungan perairan.

"Mikroplastik dan nanoplastik sangat berisiko masuk ke rantai makanan," kata Etty, Jumat (5/6/2026), dikutip dari laman resmi IPB University.

Partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat terakumulasi pada berbagai organisme perairan, mulai dari plankton hingga ikan konsumsi.

Organisme Rentan Akumulasi Mikroplastik

Etty menjelaskan, organisme penyaring (filter feeder) seperti kerang dan tiram menjadi kelompok yang paling rentan mengakumulasi mikroplastik dalam jumlah besar. Partikel tersebut masuk ke tubuh organisme saat mereka menyaring air untuk mendapatkan makanan.

"Organisme penyaring seperti kerang dan tiram rentan mengakumulasi partikel tersebut dalam jumlah signifikan," ujarnya.

Selain itu, ikan dan burung di kawasan pesisir juga berisiko mengonsumsi plastik maupun mikroplastik karena mengiranya sebagai makanan. Hal ini mempercepat penyebaran partikel berbahaya ke tingkat trofik yang lebih tinggi.

Risiko Kesehatan dan Ancaman Ekosistem

Menurut Etty, mikroplastik tidak hanya menjadi ancaman fisik, tetapi juga dapat menjadi media pembawa berbagai zat berbahaya. "Mikroplastik juga dapat menjadi media pembawa logam berat, unsur radioaktif, dan senyawa organik persisten yang berbahaya bagi ekosistem," kata dia.

Dampak pulau sampah ini tidak berhenti pada organisme laut. Manusia yang mengonsumsi ikan, kerang, atau tiram yang terkontaminasi mikroplastik berpotensi mengalami gangguan kesehatan jangka panjang, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Keberadaan sampah plastik dalam jumlah besar di Muara Angke juga memengaruhi kualitas lingkungan perairan sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir. Pembersihan pulau sampah yang memakan waktu hingga sebulan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat.

Ancaman mikroplastik ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik. Tanpa tindakan nyata, pulau sampah Muara Angke bukan hanya masalah estetika, melainkan bom waktu bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#pulau sampah #Muara Angke #mikroplastik #rantai makanan #pencemaran

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, BGN Prioritaskan Daerah Terpencil

Thumbnail

Wamentan: Jualan Bahan Pangan Pokok Tak Bisa Ugal-ugalan Ambil Untung

Thumbnail

Menkeu Purbaya: Penurunan Omzet Warteg Belum Tentu Indikasi Daya Beli Melemah

Thumbnail

PHK Sektor Tambang Disorot, ESDM Siapkan Revisi RKAB 2026

Thumbnail

Kuasa Hukum Bantah Silmy Karim Sulit Dicari Saat OTT KPK

Thumbnail

Bengkel Las Profesional DEOTA TEKNIK: Solusi Fabrikasi Logam di Jabodetabek

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner