Baku Hantam Trump vs MA AS Berlanjut, China Sebut Perang Dagang Masuki Babak Paling Berbahaya
Jakarta, javascorner.co.id – Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Mahkamah Agung memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Setelah MA membatalkan kebijakan tarif impornya karena dinilai inkonstitusional, Trump justru merespons dengan mengumumkan kebijakan tarif global baru sebesar 10 persen.
Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai negara. Pakar ekonomi China melalui media Global Times menyebut bahwa dunia kini memasuki fase perang dagang paling berbahaya. Langkah Trump dinilai sebagai pembukaan babak baru konflik perdagangan yang jauh lebih kompleks dan sulit diprediksi.
Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan bahwa kebijakan tarif Trump melampaui wewenang presiden. MA menilai penggunaan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional tidak tepat diterapkan. Beijing sempat menyambut positif putusan tersebut sebagai kemenangan hukum dan akal sehat. Namun kegembiraan China hanya berlangsung singkat setelah Trump mengumumkan tarif global 10 persen sebagai bentuk perlawanan.
Korea Selatan menjadi negara pertama yang merespons dengan rapat darurat di kantor kepresidenan. Tambahan bea masuk 10 persen dinilai sebagai ancaman serius bagi ekspor nasional. Pemerintah Korsel kini tengah melakukan lobi intensif dengan Washington untuk menyelamatkan perjanjian dagang yang sudah ada.
Para ekonom memperingatkan aksi balasan dari negara-negara terdampak tinggal menunggu waktu. Jika setiap negara mulai membalas dengan kebijakan serupa, rantai pasok global akan terganggu dan inflasi berpotensi melonjak. Negara-negara mitra dagang AS kini berada dalam posisi siaga satu, menghitung potensi kerugian sambil menyiapkan langkah antisipasi.
Yang paling dikhawatirkan adalah efek domino yang bisa memicu perang dagang berkepanjangan. Dunia yang baru pulih dari berbagai krisis sebelumnya kini harus bersiap menghadapi ketidakpastian baru. Trump dinilai bermain api dengan kebijakannya. Mengabaikan putusan MA dan memaksakan tarif global bisa menjadi bumerang bagi ekonomi AS sendiri. Konsumen Amerika akan merasakan dampak langsung berupa harga barang impor yang melonjak.
Belum diketahui bagaimana kelanjutan drama ini. Yang jelas, dunia bersiap menghadapi babak baru perang dagang yang disebut para ahli sebagai fase paling berbahaya dalam satu dekade terakhir.