Regional

Balon Udara Wonosobo Wakili Indonesia di Festival Meksiko

Ujang Trisno Ujang Trisno 26 Aug 2026 10:01 42 Views
Balon Udara Wonosobo Wakili Indonesia di Festival Meksiko

Balon Udara Wonosobo Wakili Indonesia di Festival Meksiko

JAVASCORNER.CO.ID, WONOSOBO - Komunitas Balon Udara Wonosobo menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam Festival del Globo Tahmek Yucatán 2026 yang digelar di Yucatan, Meksiko pada 22-23 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi momen bersejarah karena Indonesia merupakan satu dari enam negara yang ambil bagian dalam festival tersebut.

Selain Indonesia dan Meksiko sebagai tuan rumah, festival ini juga diikuti peserta dari Perancis, Kolombia, Brasil, dan El Salvador. Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat undangan langsung dari panitia festival, bukan melalui pendaftaran terbuka.

Latar Belakang

Menurut Agam, undangan ini menjadi bukti bahwa tradisi balon udara di Wonosobo mulai mendapat perhatian di tingkat internasional. "Indonesia yang diundang hanya diwakili Wonosobo. Bagi kami ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Balon Udara Wonosobo memiliki kualitas, kreativitas, dan nilai budaya yang layak dikenal secara internasional," kata Agam pada Rabu (26/8/2026).

Dalam festival yang diikuti sekitar 60 balon tersebut, delegasi Wonosobo membawa dua balon dengan desain berbeda. Salah satunya mengusung tema persahabatan antara Indonesia dan Meksiko, sementara yang lain menampilkan sponsor yang mendukung keberangkatan komunitas.

Persiapan dan Pembuatan Balon

Persiapan untuk mengikuti festival dilakukan selama sekitar dua bulan. Proses pembuatan balon memakan waktu sekitar satu bulan dengan melibatkan sekitar 20 pegiat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Biaya pembuatan satu balon diperkirakan mencapai Rp 10 juta, belum termasuk biaya perjalanan yang tidak sedikit.

Agam menjadi satu-satunya perwakilan komunitas yang berangkat langsung karena tingginya biaya perjalanan. Perjalanan dimulai pada 18 Agustus 2026, dan Agam tiba di Meksiko pada 19 Agustus. Perbedaan waktu sekitar 13 jam membuat perjalanan terasa lebih panjang.

Pengalaman Berharga di Meksiko

Festival ini memberikan pengalaman baru bagi Agam. Ia dapat bertemu pegiat balon dari berbagai negara dan melihat perbedaan bentuk serta teknik menerbangkan balon. Menurutnya, tradisi balon ternyata tidak hanya berkembang di Asia, tetapi juga dikenal di kawasan Amerika Latin.

"Pengalaman yang sangat berharga. Kami bisa bertemu dengan pegiat dari negara berbeda dan mendapat wawasan baru. Ternyata tradisi ini juga ada di Amerika Latin, dengan bentuk dan teknik menerbangkan yang berbeda," ujar Agam.

Keikutsertaan Balon Udara Wonosobo ini diharapkan dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia di mata dunia. Semoga prestasi ini menginspirasi daerah lain untuk terus melestarikan tradisi lokal dan membawanya ke panggung internasional.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Balon Udara Wonosobo #Festival del Globo #Meksiko #Agam Setyobudi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner