Javas Corner - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3348/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, penutupan diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB, menggantikan NOTAM sebelumnya A3346/26 yang hanya hingga 13.30 WIB.
Penutupan ini berdampak pada 459 penerbangan, terdiri dari 294 penerbangan domestik dan 165 penerbangan internasional, dengan total 45.406 penumpang terdampak. AirNav Indonesia menyatakan informasi dalam NOTAM bersifat dinamis, dan pengguna diarahkan mengakses sistem informasi aeronautika untuk memastikan validitas informasi.
Abu vulkanik menjadi bahaya serius bagi penerbangan karena partikelnya terdiri atas material batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang keras serta abrasif. Menurut Lembaga Survei Geologi AS (USGS), konsentrasi abu yang tinggi dapat mengurangi jarak pandang, merusak sistem kendali dan instrumen pesawat, hingga menyebabkan mesin jet kehilangan daya. Material silikat dalam abu vulkanik memiliki titik leleh lebih rendah dibanding temperatur operasi mesin jet modern, sehingga partikel yang masuk dapat meleleh dan mengganggu kinerja mesin.
FAA menegaskan bahwa menghindari pertemuan dengan awan abu vulkanik merupakan langkah utama dalam operasi penerbangan, namun awan abu tidak selalu terlihat dan tidak terdeteksi oleh radar pesawat. Bahaya juga muncul ketika abu mengendap di landasan karena lapisan tipis abu kering dapat mengurangi efektivitas pengereman. Manajemen Bandara Soetta terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menangani dampak penutupan, termasuk penyesuaian jadwal dan penanganan penumpang.
Tags:
#BandaraSoetta #PenutupanBandara #AbuVulkanik #GunungAnakKrakatau #PenerbanganTerganggu #AirNav #KeselamatanPenerbangan #BeritaViral