Javas Corner - Basarnas menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR melakukan evaluasi terhadap kondisi kapal dan korban yang masih berada di dalam badan kapal.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan bahwa kondisi jasad korban yang berada di dalam kapal telah mengalami perubahan. Situasi tersebut membuat proses evakuasi melalui penyelaman dinilai tidak lagi efektif dan justru berisiko bagi tim.
"Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim," kata Syafii, dikutip Antara seperti dilansir Lambeturah.
Namun, kondisi tersebut kini berubah seiring dengan perubahan struktur badan kapal yang terjadi setiap hari sejak operasi SAR dimulai. Menurut Syafii, korban yang sebelumnya masih dapat terapung setelah dikeluarkan dari dalam kapal kini berpotensi mengalami kondisi yang berbeda.
"Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," ujarnya.
Basarnas berharap proses salvage atau pengangkatan badan KM Virgo Transport 8 oleh pihak pemilik kapal dapat segera dilakukan. Pengangkatan kapal dinilai penting untuk memastikan keberadaan korban yang kemungkinan masih berada di dalam badan kapal. Jika kapal telah berhasil diangkat dari dasar laut, proses pencarian dan evakuasi korban diharapkan dapat dilakukan dengan kondisi yang lebih aman dan memungkinkan.
Syafii menegaskan bahwa kemampuan maksimal penyelam untuk melakukan pencarian di badan kapal telah dikerahkan. Namun, dalam tiga hari terakhir, tim tidak lagi menemukan korban dari operasi penyelaman.
"Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi," kata Syafii.
Meski penyelaman dihentikan, masih terdapat sejumlah bagian kapal yang belum dapat diperiksa secara menyeluruh oleh penyelam. Salah satunya adalah bagian lambung kiri kapal. Kondisi badan kapal yang semakin labil menjadi salah satu pertimbangan utama penghentian penyelaman. Situasi tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan para penyelam apabila operasi bawah air terus dipaksakan.
Basarnas kemudian melakukan evaluasi pada hari ke-21 operasi SAR dan memutuskan untuk tetap melanjutkan pencarian dengan strategi berbeda. Setelah operasi penyelaman dihentikan, fokus pencarian korban dialihkan ke wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut. Pencarian akan dilakukan di sejumlah wilayah perairan Kalimantan, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat 55 korban yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim SAR.
Operasi pencarian selanjutnya akan difokuskan pada area yang dinilai memiliki potensi menjadi lokasi korban terbawa arus, sementara proses penyelaman ke badan kapal dihentikan demi keselamatan tim dan efektivitas operasi. Semoga seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
#Basarnas #KMVirgoTransport8 #KecelakaanKapal #SAR #Kalimantan #BeritaNasional #Evakuasi #Musibah #KeselamatanPelayaran #JavasCorner