JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG - Seorang ibu muda melaporkan bayinya hampir dibawa pulang oleh orang lain di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, memicu protes terhadap prosedur keamanan di ruang perawatan NICU. Peristiwa yang terjadi pada 10 April 2026 ini viral setelah diunggah di TikTok, menimbulkan kekhawatiran publik tentang sistem identifikasi pasien di rumah sakit.
Kronologi Kejadian
Nina Saleha, ibu yang baru melahirkan, menunggu bayinya keluar dari ruang NICU Gedung Kesehatan Ibu dan Anak RSHS Bandung. Setelah dinyatakan sehat dan dijadwalkan pulang, namanya tak kunjung dipanggil perawat.
Nina memutuskan turun ke lantai bawah untuk makan sekitar 30 menit. "Saya merasakan firasat tidak enak saat meninggalkan bayi," ujarnya dalam video TikTok @nindy5760.
Saat kembali, dia mendapati bayinya sudah dalam gendongan perempuan lain yang bersiap pulang. Nina langsung mengenali pakaian dan selimut bayi tersebut.
Situasi di Ruang Tunggu
Menurut pengakuan Nina, ada ibu lain yang juga menunggu anaknya dengan kondisi berbeda. "Si teteh itu datangnya siang, anaknya alami kebocoran paru-paru," tuturnya.
Padahal, bayi Nina sudah dinyatakan sehat dan seharusnya diprioritaskan untuk pulang. Ketidakjelasan panggilan dari perawat memperburuk situasi.
Protes ke Perawat
Nina yang tak terima langsung mendatangi perawat bertugas di ruang NICU. Dia mempertanyakan mengapa bayinya bisa diserahkan kepada orang lain tanpa konfirmasi.
Perawat menjelaskan sudah memanggil Nina beberapa kali namun tidak mendapat respons. Akhirnya, bayi tersebut diberikan kepada orang lain yang mengaku sebagai keluarga.
Video protes Nina menunjukkan emosi tinggi namun tetap terkendali. Dia menuntut penjelasan resmi dari rumah sakit mengenai prosedur yang berlaku.
Reaksi Media Sosial
Unggahan TikTok tersebut cepat menyebar, mendapat ribuan komentar dalam beberapa jam. Netizen banyak menyoroti:
- Kelemahan sistem identifikasi bayi di rumah sakit
- Pentingnya pengawasan ketat di ruang NICU
- Perlunya standar operasional yang lebih ketat
Respons Rumah Sakit
RSHS Bandung mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi viralnya kejadian ini. Manajemen rumah sakit meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyerahan bayi dari NICU," bunyi pernyataan tersebut. RSHS juga menjanjikan peningkatan sistem verifikasi identitas.
Langkah Perbaikan
Beberapa langkah yang dijanjikan RSHS meliputi:
- Penerapan sistem identifikasi ganda untuk bayi
- Pelatihan ulang untuk petugas NICU
- Peningkatan komunikasi dengan keluarga pasien
- Pemantauan lebih ketat di area ruang tunggu
Standar Keamanan
Kasus ini mengingatkan pentingnya protokol keamanan di rumah sakit, terutama untuk pasien rentan seperti bayi baru lahir. Standar nasional sebenarnya sudah mengatur ketat tentang identifikasi pasien.
Setiap bayi harus memiliki gelang identitas yang tidak mudah lepas. Proses penyerahan juga memerlukan verifikasi berlapis dari petugas medis.
Rekomendasi Ahli
Ahli keamanan pasien menyarankan beberapa praktik terbaik:
- Verifikasi identitas minimal dua petugas
- Pencatatan digital setiap penyerahan pasien
- Pendampingan keluarga selama proses administrasi
- Sistem alarm untuk mencegah kesalahan identitas
Kejadian di RSHS Bandung menjadi pengingat bagi semua rumah sakit untuk terus memperbaiki sistem keamanan pasien. Masyarakat berharap insiden serupa tidak terulang di masa depan, dengan implementasi protokol yang lebih ketat dan transparan.