Teknologi

Becak Listrik: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pengemudi Tradisional

Ujang Trisno Ujang Trisno 08 Jul 2026 02:56 78 Views
Becak Listrik: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pengemudi Tradisional

Becak Listrik: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Pengemudi Tradisional

JAVASCORNER.CO.ID, YOGYAKARTA - Teknologi becak listrik, yang memadukan kayuhan manual dengan motor elektrik bertenaga baterai, kini menjadi solusi transportasi ramah lingkungan yang meringankan beban pengemudi tradisional. Inisiatif ini digagas oleh Pemerintah Indonesia melalui kolaborasi BUMN seperti PT Pindad dan PT Len Industri, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan implementasi awal di beberapa kota budaya dan pariwisata.

Komponen & Fitur Teknologi Utama

Becak listrik modern tidak menghilangkan pedal kayuh konvensional, melainkan menyematkan berbagai teknologi elektrifikasi terkini. Berikut fitur utamanya:

  • Electric Pedal Assist: Fitur penguat tenaga otomatis yang memberikan dorongan elektrik saat pengemudi mengayuh, sehingga kayuhan terasa sangat ringan.
  • Electric Accelerator & Motor: Motor listrik yang memungkinkan becak melaju mandiri tanpa dikayuh, dengan kecepatan maksimal dibatasi sekitar 15 km/jam demi keselamatan.
  • Baterai Lithium-ion & Charging Port: Sumber daya utama yang dapat diisi ulang menggunakan listrik rumahan (PLN) atau stasiun pengisian khusus.
  • Digital Speedometer & Panel Indikator: Layar digital pada setang kemudi untuk memantau kapasitas sisa baterai, kecepatan, dan status kendaraan.
  • Sistem Keamanan Modern: Dilengkapi rem cakram yang pakem, lampu LED depan-belakang, lampu sein, serta safety lock brake.
  • Kenyamanan Ekstra: Rangka dilengkapi suspensi kokoh (leaf spring), kanopi lipat penahan hujan, serta jok penumpang yang lebih empuk.

Lokasi Implementasi di Indonesia

Penerapan teknologi ini telah menyasar beberapa kota kebudayaan dan pariwisata melalui program bantuan sosial pemerintah:

  • Yogyakarta: Dinas Perhubungan DIY secara masif melakukan konversi dari becak motor (betor) yang polutif menjadi becak listrik untuk mempertahankan daya tarik wisata ramah lingkungan.
  • Daerah Lain: Puluhan ribu unit hasil produksi massal telah didistribusikan secara bertahap ke wilayah Blitar, Cilacap, Gresik, hingga Madiun.

Tantangan yang Dihadapi saat Ini

Meski memiliki potensi besar untuk menyejahterakan pengemudi tradisional, laporan lapangan menunjukkan beberapa kendala teknis yang sedang dievaluasi:

  • Efisiensi Daya: Kapasitas baterai dinilai cepat habis pada medan jalan tertentu.
  • Bobot Kendaraan: Ketika daya baterai habis di tengah jalan, bobot kayuhan manual menjadi jauh lebih berat dibanding becak biasa.
  • Ekosistem Purnajual: Masih terbatasnya ketersediaan suku cadang khusus serta bengkel lokal yang mampu menangani kerusakan sistem elektrikal.

Dengan terus dikembangkannya teknologi dan infrastruktur pendukung, becak listrik diharapkan mampu menjadi solusi transportasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi para pengemudi tradisional di Indonesia.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#becak listrik #transportasi hijau #inovasi BUMN #Prabowo Subianto #kendaraan listrik

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner