Internasional

Bentrokan Polisi Israel dan Jemaah Muslim di Gerbang Kota Tua Yerusalem

Elvan Rizki Elvan Rizki 21 Mar 2026 05:11 56 Views
Bentrokan Polisi Israel dan Jemaah Muslim di Gerbang Kota Tua Yerusalem

Bentrokan Polisi Israel dan Jemaah Muslim di Gerbang Kota Tua Yerusalem

JAVASCORNER.CO.ID, YERUSALEM - Polisi Israel membubarkan paksa ratusan jemaah Muslim yang melaksanakan shalat Eid al-Fitr di gerbang Kota Tua Yerusalem, Jumat (20/3/2026). Bentrokan terjadi setelah kerumunan mencoba menerobos batas keamanan menuju situs-situs suci yang ditutup akibat perang dengan Iran.

Latar Belakang Penutupan Situs Suci

Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari 2026, otoritas Israel menutup akses ke Kota Tua Yerusalem. Hanya penduduk dan pemilik toko yang diizinkan masuk. Pembatasan ini mencakup semua situs suci.

Tembok Barat, Masjid Al-Aqsa, dan Gereja Makam Suci telah ditutup sejak 6 Maret. Pembatasan kerumunan nasional tetap berlaku: maksimal 100 orang di dalam ruangan dan 50 orang di luar ruangan.

Kondisi ini harus memungkinkan akses cepat ke tempat perlindungan. Penutupan selama 10 hari terakhir Ramadan dan Eid al-Fitr disebut sebagai yang pertama sejak 1967.

Aturan Keamanan Ketat

Pemerintah Israel beralasan kebijakan ini murni untuk keamanan. Pedoman Komando Depan Dalam Negeri diberlakukan ketat selama status siaga tinggi.

Namun, kritikus menuding standar ganda dalam penegakan hukum. Mereka menyoroti perbedaan perlakuan terhadap perkumpulan publik Yahudi versus Arab.

Kronologi Bentrokan

Jemaah Muslim yang ditolak masuk Kota Tua tiba dengan sajadah di bawah lengan mereka saat fajar. Di bawah pengawasan ketat polisi Israel, mereka berkumpul di gerbang kota.

Kerumunan kemudian mencoba menerobos sambil meneriakkan "Allahu akbar" dan melantunkan syahadat. Polisi merespons dengan gas air mata dan tongkat.

Insiden di Gerbang Herodes

Rekaman video menunjukkan petugas mengejar individu yang berkumpul untuk shalat di luar Gerbang Herodes. Setidaknya satu orang ditangkap menurut laporan Haaretz.

Polisi akhirnya mengizinkan shalat jalanan berlangsung beberapa menit. Seorang imam berdiri di bangku plastik menyampaikan khotbah singkat.

"Berdoalah, serulah Tuhan Yang Mahakuasa dan harap doa-doa kalian dikabulkan," katanya kepada jemaah. "Ya Allah, berikan kemenangan kepada yang tertindas."

Dispersi Akhir

Polisi Israel kemudian mendorong kembali jemaah yang bubar tanpa perlawanan. Mereka menyebar ke jalan-jalan sempit sambil membeli roti hangat dari kios pinggir jalan.

Perkumpulan beberapa ratus jemaah ini jauh berbeda dari perayaan Eid biasanya. Biasanya sekitar 100.000 orang memadati kompleks Bukit Bait Suci.

Reaksi Pihak Terkait

Polisi Israel menyatakan mereka mengizinkan shalat di jalan tanpa intervensi. Namun petugas harus menegakkan pedoman penyelamatan jiwa ketika kerumunan melebihi kapasitas.

"Mereka tampaknya berusaha menerobos perimeter keamanan ke Kota Tua," jelas pernyataan resmi.

Kritik Asosiasi Wartawan

Asosiasi Pers Asing mengecam polisi pekan lalu karena "serangan tak beralasan" terhadap jurnalis. Seorang produser CNN mengalami patah pergelangan tangan dalam insiden tersebut.

Petugas menahan beberapa reporter, merusak peralatan fotografi, dan menyita kartu memori. Insiden terjadi saat peliputan shalat malam di luar tembok Kota Tua.

Suara Warga Palestina

Wajdi Mohammed Shweiki, pria Palestina berambut perak usia 60-an, menyatakan kesedihan mendalam. "Hari ini, Al-Aqsa telah diambil dari kami. Ini Ramadan yang menyedihkan dan menyakitkan," katanya kepada AFP.

Zeyad Mona, jemaah lain, menggambarkan perasaan hancur. "Ramadan tanpa Masjid Al-Aqsa adalah perasaan sangat sedih, perasaan hati yang hancur."

Ulama Ayman Abu Najm dari Beit Hanina menuduh penutupan masjid hanya dalih keamanan. "Dalam sejarah pendudukan, ini periode terpanjang penutupan Masjid Al-Aqsa," tegasnya.

Dampak Perang terhadap Aktivitas Keagamaan

Beberapa jam setelah bentrokan, pecahan rudal balistik Iran yang dicegat menghantam 400 meter dari Tembok Barat. Kerusakan terjadi di tempat parkir Kawasan Yahudi Kota Tua tanpa korban luka.

Insiden ini memperkuat alasan keamanan yang dikemukakan otoritas Israel. Namun warga Palestina khawatir aturan ketat akses ke situs suci Yerusalem sedang diubah.

Status Quo yang Terancam

Israel menyatakan komitmen mempertahankan status quo. Tapi warga Palestina merasa status quo semakin terkikis. Politik dan iman selalu terkait erat di kota rawan ini.

Bukit Bait Suci sering menyaksikan kekerasan selama Ramadan. Hamas menggunakan simbolisme religiusnya untuk menggalang dukungan.

Bagi sebagian Muslim, ketidakmampuan mengakses Al-Aqsa tahun ini dirasakan sebagai kehilangan pribadi yang mendalam. Situasi disebut bencana bagi penduduk Yerusalem, Palestina umumnya, dan Muslim di seluruh dunia.

Perayaan Eid al-Fitr tahun 2026 di Yerusalem akan dikenang sebagai momen ketika keamanan perang berbenturan dengan kebebasan beribadah. Sementara konflik dengan Iran terus berlanjut, ketegangan di kota suci tiga agama ini diprediksi masih akan memanas dalam minggu-minggu mendatang.

Elvan Rizki

// Verified Author

Elvan Rizki

Staff Redaksi

Spesialis konten media siber dan publikasi Google News.

▸ TAG TOPIK

#Israel #Palestina #Al-Aqsa #Eid al-Fitr #Yerusalem

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner