Javas Corner - Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan Sarwendah mengambil uang dari sebuah brankas yang disebut-sebut milik mantan suaminya, Ruben Onsu. Video tersebut kemudian ramai dibicarakan dan memunculkan berbagai tudingan terhadap Sarwendah. Namun, Sarwendah dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut video yang beredar merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Melalui media sosialnya, Sarwendah langsung merespons video viral tersebut. Ia menyebut bahwa rekaman itu bukanlah kejadian nyata dan memperingatkan akun yang menyebarkan video tersebut agar bertanggung jawab atas perbuatannya. Sarwendah bahkan sempat mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar video hoaks tersebut.
Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon dan Chris Sam Siwu, turut memberikan penjelasan mengenai video yang telanjur viral tersebut. Abraham memastikan video yang menampilkan Sarwendah mengambil uang dari brankas bukan merupakan kejadian sebenarnya. Ia menyebut konten tersebut sebagai hoaks sekaligus fitnah yang berpotensi merusak nama baik kliennya.
"Terkait video itu, sudah pasti saya pastikan itu adalah hoaks, ya. Itu fitnah untuk menghancurkan nama baik klien kami dan sudah diklarifikasi juga sama klien kami sendiri di medsosnya klien kami," ujar Abraham Simon kepada awak media, Rabu (9/9/2026).
Perkembangan teknologi AI yang semakin canggih membuat video palsu semakin sulit dibedakan dari video asli. Fenomena deepfake atau konten hasil rekayasa AI menjadi tantangan tersendiri di era digital saat ini. Banyak pihak yang dirugikan akibat penyebaran konten palsu yang bertujuan menjatuhkan nama baik seseorang.
Meski sebelumnya Sarwendah sempat memperingatkan akan melaporkan penyebar video tersebut, persoalan itu sejauh ini belum berlanjut ke ranah hukum. Abraham mengungkapkan bahwa akun yang menyebarkan video tersebut telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Saya diskusikan dulu dengan klien. Yang pasti sudah ada permintaan maaf. Kita lihat apakah ini sebagai itikad baik, nanti klien yang menilai itu," kata Abraham.
Meski demikian, pihak Sarwendah tidak ingin kasus serupa kembali terjadi. Abraham memperingatkan agar tidak ada lagi pihak yang menyebarkan fitnah maupun informasi palsu mengenai kliennya.
"Setelah kami menyampaikan bahwa itu hoaks, yang bersangkutan, akun yang bersangkutan sudah melakukan permintaan maaf secara langsung di medsosnya yang bersangkutan ada di situ. Kita wanti-wanti sekarang jangan sampai ada fitnah-fitnah selanjutnya, ya," tegasnya.
Sementara itu, Chris Sam Siwu menyoroti pihak-pihak lain yang masih berpotensi memperkeruh keadaan dengan mengunggah ulang video tersebut. Menurutnya, setelah pembuat konten meminta maaf, masyarakat sebaiknya tidak ikut menyebarluaskan konten yang telah dipastikan sebagai hoaks.
"Yang penting intinya ketika yang pembuatnya sudah selesai, sudah minta maaf, nah ini masyarakat yang lain yang mungkin mau memperburuk situasi dengan me-repost, ya kami harap tidak melakukan penyebaran lagi dari konten yang sudah jelas-jelas itu hoaks," ujar Chris.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya penyebaran konten palsu di era digital. Dengan semakin canggihnya teknologi AI, konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari konten asli. Literasi digital menjadi keterampilan yang sangat diperlukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Untuk saat ini, pihak kuasa hukum masih akan berdiskusi dengan Sarwendah mengenai langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan bertemu dengan pihak yang membuat dan menyebarkan video tersebut. Sarwendah dan tim kuasa hukumnya berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Di era digital yang serba cepat, hoaks dapat menyebar dengan sangat luas dalam waktu singkat dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dari sumber terpercaya sebelum ikut menyebarkannya.
#Sarwendah #RubenOnsu #VideoAI #Hoaks #Klarifikasi #KuasaHukum #MediaSosial #Deepfake #JavasCorner