Javas Corner - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sektor penerbangan nasional semakin meluas. Hingga Minggu (6/9/2026) malam, jumlah bandara yang ditutup sementara bertambah menjadi sembilan bandara. Sebelumnya, otoritas penerbangan melaporkan delapan bandara ditutup, namun data terbaru dari BMKG Aviation menunjukkan adanya penambahan satu bandara lagi.
Berdasarkan pantauan dari website BMKG Aviation, sembilan bandara yang berstatus ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meliputi:
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, Banten
2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta
3. Bandara Radin Inten II (TKG), Lampung
4. Bandara Budiarto (RTO), Curug, Tangerang, Banten
5. Bandara Pondok Cabe (PCB), Tangerang Selatan, Banten
6. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung, Jawa Barat
7. Bandara Taufik Kiemas (TFY), Pesisir Barat, Lampung
8. Bandara Atung Bungsu (PXA), Pagar Alam, Sumatera Selatan
9. Bandara Wunopito Lembata (LWE), Lembata, Nusa Tenggara Timur
Status penutupan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan abu vulkanik, kondisi ruang udara, serta hasil pemeriksaan di masing-masing bandara.
Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah keselamatan karena keberadaan abu vulkanik di ruang udara dapat membahayakan penerbangan. Partikel abu yang masuk ke mesin pesawat dapat menyebabkan kerusakan serius, sementara jarak pandang yang terganggu meningkatkan risiko kecelakaan.
Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang paling terdampak. Berdasarkan NOTAM, bandara tersibuk di Indonesia ini beberapa kali memperpanjang waktu penutupannya setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. Halim Perdanakusuma dan Radin Inten II juga memperpanjang penutupan operasional, sementara Bandara Pondok Cabe mulai ditutup sementara.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penutupan bandara tidak bersifat permanen. Otoritas penerbangan akan membuka kembali operasional setelah kondisi ruang udara dan area bandara dinyatakan aman.
Dampak abu vulkanik Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di bandara yang ditutup, tetapi juga menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan. Ditjen Perhubungan Udara mencatat 373 penerbangan terdampak berdasarkan pemantauan pada Minggu (6/9/2026) pukul 10.35 WIB.
Sebelumnya, penutupan operasional di Bandara Soekarno-Hatta saja telah berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang dalam periode penutupan tertentu. Kondisi ini kemudian menimbulkan efek berantai terhadap rotasi pesawat, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.
Para penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing dan tidak perlu datang ke bandara jika penerbangan mereka dipastikan dibatalkan. Proses pengembalian dana dan penjadwalan ulang dapat dilakukan secara daring tanpa harus antre di bandara.
#BandaraDitutup #AnakKrakatau #AbuVulkanik #PenerbanganTerdampak #SoettaTutup #BMKG #Kemenhub #GunungAnakKrakatau #KeselamatanPenerbangan #InfoTerkini