Nasional

BGN Buka Suara Soal Anggaran IT Rp1,2 Triliun untuk Sistem Gizi Nasional

Raka Pratama Raka Pratama 21 Apr 2026 14:22 80 Views
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan anggaran IT untuk sistem gizi nasional

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan anggaran IT untuk sistem gizi nasional

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi isu anggaran teknologi informasi senilai Rp1,2 triliun yang dialokasikan untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan layanan Internet of Things (IoT). Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa, 21 April 2026, sebagai respons atas pertanyaan publik mengenai besaran dana tersebut.

Alokasi Anggaran Rp1,2 Triliun

Dadan Hindayana memaparkan rincian penggunaan anggaran yang mencapai Rp1,2 triliun. Dana tersebut dibagi menjadi dua komponen utama sesuai kebutuhan prioritas.

Pengembangan aplikasi SIPGN menyerap anggaran sekitar Rp550 miliar. Sistem ini dirancang dengan berbagai modul untuk mendukung pemantauan gizi secara menyeluruh.

Komponen kedua dialokasikan untuk penyediaan layanan managed service perangkat IoT senilai Rp199 miliar. Perangkat ini akan digunakan untuk mengumpulkan data real-time dari lapangan.

Mekanisme Pengadaan yang Dipertanyakan

Masyarakat sempat mempertanyakan proses pengadaan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Dadan menegaskan bahwa seluruh tahapan administrasi telah mematuhi koridor hukum yang berlaku.

"Setiap langkah dalam kerja sama ini dilakukan dengan transparansi penuh," ujarnya. "Kami mengedepankan prinsip Good Corporate Governance dalam seluruh proses."

Peran Strategis Peruri

Keterlibatan Perum Peruri (PERURI) dalam program ini menjadi perhatian khusus. Dadan menjelaskan bahwa pemilihan mitra strategis ini berdasarkan mandat peraturan perundang-undangan.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2019 memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah. Landasan hukum ini menjadi dasar kolaborasi antara BGN dan PERURI.

Status GovTech Indonesia

PERURI telah ditetapkan sebagai GovTech Indonesia melalui Perpres Nomor 82 Tahun 2023. Status ini membuat lembaga tersebut dipercaya mengelola transformasi digital nasional, termasuk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

"PERURI telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security," tegas Dadan. "Keterlibatan mereka dalam program strategis ini merupakan langkah terintegrasi negara."

Pengawasan dan Transparansi

BGN menjamin bahwa penggunaan anggaran tahun 2025 dilakukan dengan pengawasan ketat. Seluruh proses mengacu pada regulasi yang berlaku untuk mencegah penyimpangan.

"Tidak ada celah bagi penyimpangan dalam program ini," kata Dadan dengan tegas. "Ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia yang harus kami lindungi."

Mekanisme Pengawasan Internal

Lembaga ini telah membentuk tim khusus untuk memastikan efisiensi anggaran. Tim tersebut bertugas mengawasi setiap tahapan implementasi program, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Pengawasan mencakup aspek administratif, teknis, dan finansial. Tujuannya memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat optimal bagi program perbaikan gizi nasional.

Tujuan Sistem Gizi Nasional

SIPGN dan layanan IoT dirancang untuk mendukung distribusi gizi yang tepat sasaran. Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap program pemenuhan gizi di seluruh Indonesia.

"Kami berkomitmen agar sistem ini segera beroperasi maksimal," ujar Dadan. "Tujuannya memastikan distribusi gizi dapat dipantau secara real-time dari pusat hingga daerah."

Dampak Jangka Panjang

Implementasi sistem digital ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program perbaikan gizi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Pemantauan real-time juga memungkinkan respons cepat terhadap masalah gizi yang muncul di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan target perbaikan gizi melalui program MBG (Makanan Bergizi dan Berimbang).

Transformasi digital di sektor gizi nasional ini diharapkan dapat menjawab tantangan distribusi yang selama ini dihadapi. Keberhasilan implementasi SIPGN dan IoT akan menjadi tolok ukur modernisasi layanan publik di bidang kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Badan Gizi Nasional #Anggaran IT #SIPGN #Peruri #Transformasi Digital

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner