Sebuah video yang memperlihatkan pembagian Makan Bergizi Gratis atau MBG saat sahur ramai beredar di media sosial. Video tersebut sontak memicu pertanyaan di tengah masyarakat, apakah benar program andalan pemerintah itu didistribusikan pada waktu sahur selama bulan Ramadan.
Badan Gizi Nasional atau BGN angkat bicara. Lewat pernyataan resminya, lembaga tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar. Tidak ada skema pembagian MBG pada waktu sahur sebagaimana yang diklaim dalam video viral tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa pendistribusian MBG selama Ramadan tetap mengacu pada aturan yang telah ditetapkan. Dalam Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026, diatur secara rinci mengenai pelayanan program MBG selama bulan puasa dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Dalam ketentuan tersebut tidak ada skema pembagian makanan pada waktu sahur. Perlu kami luruskan, MBG selama Ramadan hanya didistribusikan pada hari Senin dan Kamis dengan jam layanan resmi pukul 08.00 sampai 09.00 WIB dan 11.00 sampai 12.00 WIB," ujar Nanik, Selasa (24/2/2026).
Jadwal tersebut berlaku untuk semua mekanisme penyaluran, baik itu pengambilan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, pengantaran ke sekolah, maupun pengiriman melalui titik serah terima yang sudah dijadwalkan.
Lalu bagaimana dengan pesantren atau sekolah berasrama? Nanik menjelaskan bahwa untuk satuan pendidikan dengan sistem asrama, pengolahan makanan justru dilakukan pada siang hari. Makanan tersebut kemudian disajikan saat waktu berbuka puasa, tentu setelah berkoordinasi dengan pihak satuan pendidikan masing-masing.
Perlu diketahui juga, di awal Ramadan yakni pada 18 hingga 22 Februari 2026, tidak ada pendistribusian MBG sama sekali. Program ini baru kembali berjalan mulai Senin, 23 Februari 2026, dengan pola layanan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket ini bisa dikonsumsi saat berbuka puasa atau secara bertahap. Yang penting, paket tersebut diproduksi dan dikemas oleh SPPG dengan tetap memenuhi standar gizi seimbang dan keamanan pangan.
Nanik pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten menyesatkan yang beredar di media sosial. Ia meminta publik untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BGN.
"Jadwal dan mekanisme sudah diatur jelas dalam Surat Edaran. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten yang menyesatkan serta selalu merujuk pada informasi resmi," tutupnya.
Viralnya video MBG saat sahur ini sekali lagi membuktikan betapa cepatnya informasi bisa menyebar, namun tak jarang kebenarannya perlu dipertanyakan. Di era digital seperti sekarang, literasi media menjadi kunci agar tidak mudah terjebak hoaks.