JAVASCORNER.CO.ID, SUKABUMI - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 02.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng di kedalaman 53 kilometer.
- Detail Gempa dan Lokasi
- Analisis BMKG dan Penyebab
- Dampak Getaran di Wilayah Sekitar
- Potensi Risiko dan Monitoring
Detail Gempa dan Lokasi
Episenter gempa terletak di koordinat 8,04° LS ; 106,86° BT. Posisinya berada di laut sekitar 121 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi.
BMKG memperbarui parameter magnitudo menjadi M5,3 berdasarkan analisis lebih lanjut. Gempa terjadi di wilayah Laut Selatan Sukabumi dengan kedalaman hiposenter 53 km.
Warga Sukabumi melaporkan kepanikan saat gempa mengguncang. Banyak yang berhamburan keluar rumah meski terjadi dini hari.
Analisis BMKG dan Penyebab
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan karakteristik gempa ini. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," ujarnya dalam keterangan resmi.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Aktivitas subduksi lempeng menjadi pemicu utama guncangan yang dirasakan warga.
Rahmat menegaskan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.
Dampak Getaran di Wilayah Sekitar
Getaran gempa dirasakan hingga berbagai wilayah Jawa Barat. Di Cidolog dan Ciracap, intensitas mencapai skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity).
Skala IV MMI berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah. Beberapa benda ringan mungkin bergoyang atau jatuh.
Wilayah lain merasakan getaran dengan intensitas berbeda. Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, dan Tegal Buleud mengalami getaran III-IV MMI.
Bayah, Klapanunggal, dan Kabupaten Bandung merasakan skala III MMI. Pangandaran dan Ciamis mengalami getaran II-III MMI.
Potensi Risiko dan Monitoring
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Pemantauan tinggi gelombang laut tidak menunjukkan anomali signifikan.
Hingga pukul 02.50 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Monitoring terus berlanjut untuk mengantisipasi kemungkinan guncangan lanjutan.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. BMKG akan memberikan pembaruan informasi jika terdapat perkembangan baru terkait aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan gempa. Pemahaman tentang penyebab dan karakteristik gempa dapat membantu masyarakat merespons dengan lebih tepat.