Seorang bocah perempuan jadi bahan perbincangan hangat di media sosial setelah videonya menangis tersedu-sedu viral. Bukan karena kelaparan atau hal serius, melainkan karena ulah takmir masjid yang salah membaca jam.
Kejadian lucu sekaligus memprihatinkan ini terjadi saat waktu berbuka puasa tiba. Si anak yang sejak sore sudah tidak sabar menanti azan Maghrib akhirnya harus kecewa berat. Bayangannya untuk segera membatalkan puasa dengan makanan dan minuman manis buyar sudah.
Pasalnya, sang takmir masjid di dekat rumahnya terlanjur mengumandangkan azan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Tanpa melakukan pengecekan ulang, ia langsung mengumandangkan azan Maghrib yang membuat seluruh warga sekitar, termasuk si anak kecil tadi, ikut berbuka.
"Sudah Excited Banget Untuk Buka Puasa, Ternyata Takmir Masjid Salah Lihat Jam," demikian keterangan yang ditulis dalam unggahan video tersebut, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Begitu sadar bahwa azan dikumandangkan terlalu cepat, si kecil yang sudah telanjur menyantap takjil pun langsung menangis. Bukan karena kenyang, tapi karena puasanya batal dan ia merasa rugi harus menggantinya di lain hari. Sementara di sisi lain, perutnya sudah keburu terisi.
Video yang diunggah akun @lambeturah_official itu sontak mengundang gelak tawa sekaligus simpati warganet. Berbagai komentar kocak pun membanjiri kolom komentar.
"Yg adzan laper juga gak fokus," tulis seorang netizen.
"Dosa ditanggung takmir," timpal netizen lain dengan nada bercanda.
Ada pula yang menulis, "Udah kayak sahur, adzan Maghrib kepagian."
Insiden salah jam ini memang kerap terjadi di beberapa tempat, terutama di awal-awal Ramadan. Namun, bagi anak kecil yang baru belajar berpuasa, kejadian seperti ini tentu cukup traumatis. Mereka yang sudah seharian menahan lapar dan haus pasti sangat menantikan detik-detik berbuka. Begitu azan berkumandang, tanpa pikir panjang mereka langsung menyantap hidangan yang sudah disiapkan.
Meski terkesan lucu, kejadian ini jadi pengingat bagi para takmir atau petugas masjid untuk lebih teliti lagi. Pasalnya, dampaknya bukan sekadar salah waktu, tapi juga bisa membatalkan ibadah puasa banyak orang, termasuk anak-anak yang masih dalam tahap belajar.