JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Serangan rudal balistik Iran menewaskan seorang pekerja Thailand di Israel tengah dan empat perempuan Palestina di Tepi Barat pada Rabu malam. Sirene peringatan berbunyi enam kali semalaman menyusul rentetan serangan yang juga melibatkan kelompok Hizbullah dari Lebanon.
Korban Sipil Berjatuhan
Chaiwat Waewnil, pekerja pertanian asal Thailand berusia 30 tahun, tewas di Moshav Adanim. Bom tandan menghantam gudang tempatnya bekerja. Waewnil meninggalkan seorang istri dan satu anak.
Menteri Tenaga Kerja Thailand Treenuch Thienthong mengonfirmasi korban berasal dari Provinsi Chaiyaphum. Waewnil bekerja di perkebunan kentang sejak tahun lalu.
Korban di Tepi Barat
Di desa Beit Awwa, wilayah Hebron, empat perempuan Palestina tewas dalam serangan serupa. Mereka sedang mempersiapkan makanan untuk santapan malam Ramadan di sebuah salon pengantin.
Kantor berita WAFA mengidentifikasi korban:
- Sahira Masalma (50 tahun)
- Amal Masalma (36 tahun)
- Mais Masalma (17 tahun)
- Aseel Masalma (32 tahun, hamil 6 bulan)
Sembilan orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka menjadi warga Tepi Barat pertama yang tewas oleh serangan Iran dalam perang ini.
Eskalasi Serangan Iran
Rentetan rudal terjadi antara tengah malam dan pukul 8 pagi waktu setempat. Wilayah utara Israel menerima dampak terberat. Sekitar setengah rudal balistik Iran membawa hulu ledak bom tandan.
Dampak di Berbagai Lokasi
Serangan juga terjadi di Tel Aviv. Sebuah rudal menghantam bangunan apartemen, menyebabkan kerusakan parah dan melukai satu orang ringan. Bangunan tersebut kemungkinan harus dibongkar.
Di Petah Tikva, seorang pria 44 tahun dan dua anak berusia 12-13 tahun terluka ringan dalam serangan terpisah. Bom tandan lainnya merusak rumah di komunitas Neta, dekat Garis Hijau.
Sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah:
- Haifa dan Galilea
- Dataran Tinggi Golan
- Wilayah selatan dekat Eilat
- Beberapa kota di utara Beersheba
Hizbullah Ikut Serta
Kelompok Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah perbatasan Gaza. Serangan ini tampaknya menjadi yang pertama sejak kelompok tersebut memperbarui serangan terhadap Israel awal bulan ini.
Proyektil jarak jauh mendarat di area terbuka tanpa korban jiwa. Sirene juga berbunyi di Ashkelon dan Kiryat Shmona, di mana roket menyebabkan kerusakan.
Serangan Tambahan
Menit sebelumnya, Hizbullah menembakkan sejumlah proyektil ke Israel tengah dan Galilea. Sirene berbunyi di Tayibe, Qalansawe, Kfar Saba, dan komunitas lain di timur laut Tel Aviv.
Serangan drone Hizbullah juga memicu sirene di Panhandle Galilea dan Dataran Tinggi Golan. Tidak ada korban atau kerusakan yang dilaporkan.
Konteks Konflik yang Meluas
Iran melancarkan serangan sebagai balasan atas pembunuhan kepala keamanan Ali Larijani oleh Israel awal pekan ini. Militer Iran mengakui penggunaan bom tandan untuk tujuan pembalasan.
Eskalasi terjadi dalam konteks kampanye pengeboman AS-Israel terhadap Republik Islam sejak 28 Februari. Operasi bertujuan mendestabilisasi kepemimpinan Iran dan menghancurkan program nuklir serta rudal balistiknya.
Pembunuhan Pejabat Tinggi
Serangan terbaru Iran menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Israel bahwa IDF membunuh kepala intelijen Iran semalam. Ini menjadi pejabat tinggi ketiga yang tewas dalam 24 jam terakhir.
Hizbullah menyatakan serangan mereka merespons kehadiran dan serangan Israel di Lebanon sejak kesepakatan gencatan senjata November 2024. Kelompok itu juga membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Konflik ini terus menelan korban sipil di kedua sisi. Serangan menggunakan bom tandan meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional atas perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata. Situasi tetap tegang dengan potensi eskalasi lebih lanjut.