Penyebab Inflasi 4,76% Menurut BPS
Angka inflasi tahunan Februari 2026 tercatat 4,76%, angka yang sekilas terlihat tinggi. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan ada faktor teknis di balik lonjakan ini. Secara bulanan, inflasi justru relatif terkendali di 0,68%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil terbesar. Faktor utamanya bukan kenaikan tarif baru, melainkan normalisasi pasca diskon besar pemerintah di awal 2025.
Efek Diskon Listrik 2025
Pada Februari 2026, tidak ada perubahan tarif listrik secara bulanan. Kenaikan tahunan terjadi karena tidak ada lagi diskon 50% untuk pelanggan di bawah 2.200 watt seperti tahun lalu. Februari 2025 bahkan mengalami deflasi minus 0,09% akibat kebijakan tersebut.
BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 sebesar 110,50 dibandingkan 105,48 di periode sama tahun lalu. Perbandingan inilah yang menghasilkan inflasi 4,76%. Jika tarif listrik tidak pernah didiskon, indeksnya akan relatif datar.
Analisis Statistik Inflasi
Lonjakan inflasi tahunan ini lebih mencerminkan efek statistik ketimbang kenaikan harga baru di lapangan. Rendahnya basis IHK tahun lalu membuat perbandingan tahun ini tampak melonjak. BPS memastikan tekanan harga bulanan masih dalam pola musiman menjelang Ramadan.
Amalia menegaskan bahwa mayoritas andil inflasi berasal dari normalisasi tarif listrik. Dengan kata lain, angka 4,76% bukan indikasi ekonomi yang overheating, melainkan penyesuaian setelah intervensi pemerintah sebelumnya.
Dampak pada Kelompok Lain
Selain listrik, kelompok bahan makanan juga memberikan kontribusi meski lebih kecil. Namun, BPS mencatat kenaikan harga di sektor ini masih wajar untuk periode menjelang bulan puasa. Secara keseluruhan, inflasi inti tetap terjaga di level yang manageable.
Pemerintah terus memantau perkembangan harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan diskon listrik 2025 memang membantu saat itu, namun efek statistiknya terasa di perhitungan tahun berikutnya.