Ekonomi

BPS Ungkap Penyebab Inflasi 4,76%: Efek Diskon Listrik 2025 Jadi Faktor Utama

Ujang Trisno Ujang Trisno 03 Mar 2026 19:27 56 Views
inflasi BPS diskon listrik

Penyebab Inflasi 4,76% Menurut BPS

Angka inflasi tahunan Februari 2026 tercatat 4,76%, angka yang sekilas terlihat tinggi. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan ada faktor teknis di balik lonjakan ini. Secara bulanan, inflasi justru relatif terkendali di 0,68%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil terbesar. Faktor utamanya bukan kenaikan tarif baru, melainkan normalisasi pasca diskon besar pemerintah di awal 2025.

Efek Diskon Listrik 2025

Pada Februari 2026, tidak ada perubahan tarif listrik secara bulanan. Kenaikan tahunan terjadi karena tidak ada lagi diskon 50% untuk pelanggan di bawah 2.200 watt seperti tahun lalu. Februari 2025 bahkan mengalami deflasi minus 0,09% akibat kebijakan tersebut.

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 sebesar 110,50 dibandingkan 105,48 di periode sama tahun lalu. Perbandingan inilah yang menghasilkan inflasi 4,76%. Jika tarif listrik tidak pernah didiskon, indeksnya akan relatif datar.

Analisis Statistik Inflasi

Lonjakan inflasi tahunan ini lebih mencerminkan efek statistik ketimbang kenaikan harga baru di lapangan. Rendahnya basis IHK tahun lalu membuat perbandingan tahun ini tampak melonjak. BPS memastikan tekanan harga bulanan masih dalam pola musiman menjelang Ramadan.

Amalia menegaskan bahwa mayoritas andil inflasi berasal dari normalisasi tarif listrik. Dengan kata lain, angka 4,76% bukan indikasi ekonomi yang overheating, melainkan penyesuaian setelah intervensi pemerintah sebelumnya.

Dampak pada Kelompok Lain

Selain listrik, kelompok bahan makanan juga memberikan kontribusi meski lebih kecil. Namun, BPS mencatat kenaikan harga di sektor ini masih wajar untuk periode menjelang bulan puasa. Secara keseluruhan, inflasi inti tetap terjaga di level yang manageable.

Pemerintah terus memantau perkembangan harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan diskon listrik 2025 memang membantu saat itu, namun efek statistiknya terasa di perhitungan tahun berikutnya.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#inflasi #BPS #diskon listrik #ekonomi Indonesia #statistik

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner