Ada kabar terbaru dari Maluku yang cukup mengejutkan. Seorang anggota Brimob, Bripda Mesias Siahaya, dipastikan bakal dipecat dari kesatuannya. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, saat acara buka puasa bersama di Mapolda Maluku, Minggu kemarin.
Saya kebetulan membaca pernyataan Kapolda yang cukup tegas soal ini. Beliau menyampaikan bahwa proses hukum untuk Bripda Mesias akan dipercepat dan sidang kode etiknya digelar besok, Senin. Ancaman hukumannya jelas, yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.
"Insya Allah besok akan langsung dilaksanakan sidang Kode Etik untuk mendalami dan memperjelas seluruh tindakan pelaku," begitu kurang lebih pernyataan Kapolda yang saya kutip dari rilis yang beredar.
Kasus ini sebenarnya sudah ramai diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Bripda Mesias yang bertugas di Batalyon C Pelopor Brimob ini diduga terlibat dalam kasus kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Peristiwa itu terjadi di Tual dan videonya sempat viral di media sosial. Wajar kalau publik kemudian ramai menyoroti dan menuntut keadilan.
Yang menarik, keputusan Kapolda Maluku ini menurut saya menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam membersihkan internal mereka. Biasanya, kasus seperti ini bisa berlarut-larut dan prosesnya lama. Tapi kali ini, pernyataan tegas bahwa sidang akan digelar cepat dan ancaman PTDH sudah di depan mata, memberikan sinyal bahwa institusi Polri tidak main-main dengan pelanggaran berat.
Dari apa yang saya baca, sidang kode etik besok akan menjadi penentu. Jika terbukti bersalah, Bripda Mesias tidak hanya kehilangan statusnya sebagai anggota Polri, tapi juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana. Proses hukum pidana disebut-sebut akan berjalan paralel dengan sidang kode etik.
Di tengah suasana Ramadhan, kasus seperti ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, tidak hanya untuk korban dan keluarganya, tapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Saya coba bayangin, pasti berat juga ya nasib Bripda Mesias sekarang. Tapi di sisi lain, ini jadi pelajaran penting bagi seluruh anggota kepolisian bahwa setiap tindakan di luar prosedur, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain, konsekuensinya sangat berat. Kita tunggu saja hasil sidang besok dan bagaimana perkembangan kasus ini ke depannya.