Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, membuat pernyataan yang cukup mengejutkan di tengah hiruk-pikuk politik jelang Pemilu 2026. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya hanya akan memimpin Kabupaten Situbondo untuk satu periode saja. Tak ada ambisi untuk maju lagi di periode kedua.
Pernyataan itu disampaikan Rio dalam sebuah wawancara terbuka. Pria yang akrab disapa Mas Rio ini mengaku sejak awal tak pernah bercita-cita menjadi bupati. Semua ini, katanya, murni karena perintah dari sang kiai, Kholil As'ad Syamsul Arifin, yang harus ia jalankan.
"Orang-orang bertanya: benar Mas cuma satu periode? Saya jawab: iya, satu periode. Itu mungkin yang membuat saya akhirnya tidak punya beban politik masa depan. Bebas saja. Orang suka atau tidak suka, saya cuek saja," ujarnya dengan santai.
Rio menegaskan, masa lima tahun kepemimpinannya akan difokuskan pada penurunan angka kemiskinan dan perbaikan birokrasi. Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang ia identifikasi adalah ego sektoral di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, jika ego sektoral bisa dihilangkan, birokrasi Situbondo akan jauh lebih dahsyat.
Menariknya, Rio justru membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin kritis. Ia memiliki forum bernama Maronggi, singkatan dari Mas Rio-Mbak Ulfi Kerrong Tapanggi. Dalam forum itu, siapa pun boleh datang dan bebas mengkritik atau bahkan "mengolok-olok" kebijakan pemerintah.
"Dari awal saya nantangin mereka untuk ngomong. Ini forum bebas, siapa saja boleh datang dan boleh ngilok-ngilokno kebijakan kami," katanya merujuk pada istilah lokal untuk bercanda atau mengejek.
Soal biaya politik, Rio mengaku tak punya utang sama sekali. Ia menyebut seluruh dana pencalonan berasal dari uang pribadi dan urunan para kiai. Tak ada pinjaman dari investor atau pihak ketiga yang biasanya menuntut imbal balik proyek.
"Bismillah sudah saya ikhlaskan. Saya sudah bicara dengan istri, saya sudah bicara dengan orang tua, sudah saya ikhlaskan semuanya. Tidak ada istilah balik modal dalam kamus saya. Saya enggak main proyek sama sekali. Bisa dicek. Tidak ada satu rupiah pun yang ke saya," tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi para kontraktor nakal. Ia mengaku berani bersikap tegas karena tak punya kepentingan pribadi dengan proyek-proyek pemerintah. Ia bahkan meminta para kontraktor untuk menyisihkan keuntungan mereka guna membantu warga miskin.
"Saya minta sayangilah orang-orang miskin, perbaikilah rumahnya dari keuntungan (mengerjakan proyek pemerintah) itu," pungkasnya.
Dengan sikapnya yang blak-blakan dan tanpa beban politik, Rio Prayogo tampaknya ingin membuktikan bahwa seorang pemimpin bisa bekerja maksimal tanpa harus terikat pada ambisi kekuasaan jangka panjang.