Jakarta

Buruh Bakal Demo di 30 Daerah Besok, di Jakarta Dipusatkan di Balai Kota

Ujang Trisno Ujang Trisno 09 Sep 2026 19:09 46 Views
Buruh Bakal Demo di 30 Daerah Besok, di Jakarta Dipusatkan di Balai Kota

Buruh Bakal Demo di 30 Daerah Besok, di Jakarta Dipusatkan di Balai Kota

Javas Corner - Buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) akan menggelar aksi simbolik di 30 daerah pada Kamis (10/9/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan yang akan disahkan pada akhir Oktober mendatang. Ratusan ribu buruh diperkirakan akan turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka.

 

Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Sunarno, mengatakan aksi akan dilakukan dengan disertai audiensi di kantor DPRD, kantor Bupati, dan Kantor Gubernur wilayah setempat. Mereka tidak hanya akan berdemonstrasi, tetapi juga akan menyampaikan tuntutan secara langsung kepada para pemangku kebijakan di daerah masing-masing.

 

"Untuk estimasi besok sebagai aksi permulaan, perkiraan kami ada sekitar 50.000 perwakilan di seluruh daerah yang besok akan melakukan aksi dan disertai dengan audiensi," kata Sunarno dalam konferensi pers di kantor sekretariat KBPBI, Rabu (9/9/2026).

 

Menurut Sunarno, aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengawalan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang akan disahkan pada akhir Oktober ini. Sejauh ini, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dianggap belum berpihak kepada buruh. Ada 49 pasal yang dinilai belum berpihak kepada buruh, dengan 14 di antaranya jadi fokus utama KBPBI.

 

"Kami berkepentingan membawa aspirasi dari seluruh buruh di Indonesia agar dalam UU Ketenagakerjaan nanti atau ke depan itu berpihak kepada kaum buruh," jelas Sunarno.

 

Beberapa poin yang dinilai belum berpihak kepada buruh meliputi magang, outsourcing, upah minimum, dan cuti haid. Keempat isu ini menjadi perhatian utama karena dinilai sangat memengaruhi kesejahteraan dan hak-hak pekerja di Indonesia.

 

Pertama, terkait magang, buruh menilai aturan yang ada masih terlalu longgar dan berpotensi mengeksploitasi tenaga kerja muda. Kedua, soal outsourcing yang dinilai merugikan pekerja karena sering kali digunakan untuk menghindari kewajiban pemberian hak-hak karyawan tetap. Ketiga, upah minimum yang masih dianggap tidak mencukupi kebutuhan hidup layak. Keempat, cuti haid yang selama ini belum diatur secara tegas dan sering diabaikan oleh perusahaan.

 

Di Jakarta, Kantor Balai Kota dan DPRD akan jadi sasaran buruh yang berangkat dari pabrik. Mereka akan berangkat dari berbagai kawasan industri di sekitar Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Nantinya mereka juga akan mendirikan posko di depan gedung DPR/MPR RI sebagai bentuk kesiapan untuk melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspons.

 

"Rencananya kami akan ada posko, cuma memang waktunya belum kami tentukan," ujar Sunarno.

 

Namun, jika aksi ini tak mendapat respons dari pemerintah dan DPR, buruh akan menggelar aksi besar-besaran di depan gedung DPR/MPR RI. Aksi besar-besaran tersebut akan menjadi langkah selanjutnya jika tuntutan mereka tidak didengarkan. Ribuan buruh akan memadati kawasan Senayan untuk menekan DPR agar mengesahkan RUU yang berpihak kepada pekerja.

 

Aksi ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejumlah organisasi masyarakat dan LSM juga menyatakan dukungannya terhadap aksi buruh. Mereka menilai bahwa RUU Perlindungan Ketenagakerjaan memang perlu dikaji ulang agar benar-benar melindungi hak-hak pekerja di Indonesia.

 

Pemerintah sendiri belum memberikan respons resmi terkait rencana aksi buruh ini. Namun, aparat keamanan telah bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi akan melakukan pengawalan dan pengamanan di titik-titik lokasi aksi.

 

Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar lokasi aksi, disarankan untuk mencari jalur alternatif dan menghindari kerumunan. Pemerintah daerah diimbau untuk memfasilitasi audiensi antara buruh dan pemangku kebijakan agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa harus terjadi ketegangan di lapangan.

 

Aksi buruh besok menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons aspirasi rakyat. Jika tuntutan buruh diabaikan, bukan tidak mungkin aksi akan terus berlanjut dan meluas ke daerah-daerah lainnya. Buruh siap bergerak dan memperjuangkan hak-haknya.

 

#Buruh #DemoBuruh #RUUKetenagakerjaan #KBPBI #Jakarta #BalaiKota #DPR #JavasCorner #BeritaTerkini #AksiBuruh #UpahMinimum #Outsourcing #Magang #CutiHaid

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner