JAVASCORNER.CO.ID, TANA TORAJA - Video Camat Bittuang, Abigael Misalayuk, viral di media sosial setelah mengancam warga penolak proyek geothermal tidak akan mendapat bantuan sosial (bansos). Rekaman itu beredar Sabtu (14/3/2026) usai acara Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Dalam video, Abigael terlihat berbicara di depan warga. Ia mengaitkan demonstrasi masyarakat terhadap proyek geothermal dengan distribusi bansos. Camat menegaskan sikap melawan pemerintah daerah bisa memengaruhi pencairan dana bantuan di wilayah Bittuang.
Pernyataan itu langsung memicu kecaman. Abigael bahkan menyebut daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bansos bisa terancam jika warga tidak patuh.
Ketua GMKI Cabang Tana Toraja, Nopen Kessu, menilai narasi camat sebagai penyesatan berpikir. Menurutnya, penyaluran PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tidak bisa dihapus karena perbedaan aspirasi politik.
"Pejabat publik tidak boleh mengancam hak dasar masyarakat bersuara," tegas Nopen. Ia menyayangkan rendahnya pemahaman camat terhadap aturan bantuan sosial yang sah.
Aktivis sosial asal Toraja, Yulianus, turut menyoroti tindakan intimidasi oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) tersebut. Yulianus menegaskan bansos merupakan hak rakyat yang dibiayai pajak, bukan uang pribadi pejabat.
Kritik keras bermunculan dari berbagai pihak, termasuk warganet. Mereka mendesak pemerintah menindak tegas ancaman yang mencederai demokrasi dan hak konstitusional warga.