Politik

Cucu Pendiri NU Kritik Perang Iran-Israel dan Desak Indonesia Keluar BoP

Aditya Nugraha Aditya Nugraha 08 Mar 2026 01:11 58 Views
KH. Abdussalam Shohib menyampaikan pandangan tentang konflik Timur Tengah dan posisi Indonesia di forum internasional

KH. Abdussalam Shohib menyampaikan pandangan tentang konflik Timur Tengah dan posisi Indonesia di forum internasional

JAVASCORNER.CO.ID, JOMBANG - Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Abdussalam Shohib mengecam eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an di Denanyar, Jombang, Sabtu (7/3/2026), Gus Salam mendesak Indonesia untuk segera keluar dari Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden AS Donald Trump.

Sorotan Konflik Timur Tengah

Gus Salam menyebut serangan militer Israel dan AS ke Iran akhir Februari 2026 sebagai tindakan brutal. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar ini, serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei beserta ribuan warga sipil. "Serangan dilakukan saat umat Islam menjalankan ibadah Ramadan," tegasnya. "Ini tindakan yang sulit diterima akal sehat." Dia juga menyoroti kondisi Palestina di Gaza Strip dan Tepi Barat. Konflik berpotensi meluas karena keterlibatan negara-negara Teluk dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Kritik terhadap Board of Peace

Gus Salam mempertanyakan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace. Forum ini bukan lembaga resmi PBB dan kendalinya berada di tangan Donald Trump. "Board of Peace bukan lembaga resmi PBB," jelasnya. "Indonesia harus keluar dari BoP adalah harga mati." Menurutnya, partisipasi Indonesia dapat mengurangi independensi politik luar negeri. Penyelesaian konflik harus melalui mekanisme internasional yang sah di bawah PBB.

Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

Gus Salam mengingatkan komitmen Indonesia pada politik bebas aktif. Prinsip ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan Konferensi Asia Afrika 1955. Perdamaian dunia hanya terwujud dengan penegakan kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan negara. Dia berharap perang segera berakhir dan genosida dihentikan. "Kita berharap kedaulatan negara dikembalikan," pungkasnya. "Kemanusiaan dan keadilan harus ditegakkan."

Aditya Nugraha

// Verified Author

Aditya Nugraha

Staff Redaksi

Jurnalis teknologi yang fokus pada perkembangan ekosistem digital.

▸ TAG TOPIK

#NU #Iran #Israel #Board of Peace #politik luar negeri

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner