JAVASCORNER.CO.ID, JOMBANG - Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Abdussalam Shohib mengecam eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an di Denanyar, Jombang, Sabtu (7/3/2026), Gus Salam mendesak Indonesia untuk segera keluar dari Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Sorotan Konflik Timur Tengah
Gus Salam menyebut serangan militer Israel dan AS ke Iran akhir Februari 2026 sebagai tindakan brutal. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar ini, serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei beserta ribuan warga sipil. "Serangan dilakukan saat umat Islam menjalankan ibadah Ramadan," tegasnya. "Ini tindakan yang sulit diterima akal sehat." Dia juga menyoroti kondisi Palestina di Gaza Strip dan Tepi Barat. Konflik berpotensi meluas karena keterlibatan negara-negara Teluk dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Kritik terhadap Board of Peace
Gus Salam mempertanyakan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace. Forum ini bukan lembaga resmi PBB dan kendalinya berada di tangan Donald Trump. "Board of Peace bukan lembaga resmi PBB," jelasnya. "Indonesia harus keluar dari BoP adalah harga mati." Menurutnya, partisipasi Indonesia dapat mengurangi independensi politik luar negeri. Penyelesaian konflik harus melalui mekanisme internasional yang sah di bawah PBB.
Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia
Gus Salam mengingatkan komitmen Indonesia pada politik bebas aktif. Prinsip ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan Konferensi Asia Afrika 1955. Perdamaian dunia hanya terwujud dengan penegakan kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan negara. Dia berharap perang segera berakhir dan genosida dihentikan. "Kita berharap kedaulatan negara dikembalikan," pungkasnya. "Kemanusiaan dan keadilan harus ditegakkan."