Hujan deras di Jakarta Barat sore itu memang kerap kali membuat siapa saja yang terjebak di jalan mencari tempat berteduh. Tak terkecuali seorang wanita yang kemudian singgah di sebuah warung makan sederhana di Jalan Srengseng Raya, Kembangan. Namun, siapa sangka, singgahnya ia justru menjadi awal dari ulah yang lagi-lagi bikin heboh.
Zahra (22), penjaga warung yang akrab disapa Warmindo itu, masih ingat betul kejadian pada Minggu (22/2/2026) lalu. Awalnya, ia melihat wanita itu tiba-tiba duduk di kursi depan warungnya. Masalahnya, kursi itu sengaja ia miringkan agar tak kena air hujan. "Terus tiba-tiba ada bunyi 'gubrak' gitu kan. Saya lihat apa sih, ternyata tiba-tiba dia duduk di situ," kenang Zahra saat ditemui beberapa hari setelahnya.
Zahra awalnya mengira wanita itu hanya ingin berteduh sambil menunggu angkot. Tapi, karena hujan makin deras, wanita itu masuk ke dalam warung. Tanpa banyak bicara, ia hanya menunjuk ke arah rentengan kopi sachet. Ia sempat berpikir jangan-jangan pelanggannya ini punya keterbatasan bicara. "Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong. Saya kira yang mana, kata saya. Terus pas saya tanya lagi dia baru bilang 'anget', ya udah saya bikinin," ujar Zahra.
Saat Zahra sibuk menyeduh kopi, wanita itu diam-diam mengambil jajanan ringan yang ada di etalase. Lagi-lagi tanpa permisi. Sekilas, penampilannya tak berbeda dengan pembeli kebanyakan. Berpakaian rapi, wangi, dan membawa tas kecil. "Dia tuh kayak orang waras, enggak ada gelagat aneh seperti ODGJ sama sekali," tambah Zahra.
Kecurigaan Zahra mulai muncul begitu kopi selesai. Tanpa mengucap terima kasih atau pamit, wanita itu langsung berjalan keluar dan kembali duduk di kursi depan sambil mengunyah jajanan curiannya. Zahra yang mulai tak percaya ikut duduk di depan untuk mengawasi.
Saat sebuah angkot melintas dan berhenti, wanita itu langsung bergegas hendak naik. Zahra spontan mengejarnya sambil berteriak, "Mba, Mba belum bayar saya!" Wanita itu hanya berbalas dengan nada tinggi, "Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta." Zahra sempat meminta sopir angkot untuk tidak membawanya karena belum membayar, tapi entah bagaimana akhirnya wanita itu tetap pergi.
Peristiwa ini menjadi catatan lain dari rentetan aksi serupa yang pernah dilakukan wanita tersebut di tempat lain. Zahra sendiri mengaku tak terlalu memusingkan nominal yang tak dibayar, tapi lebih kepada tingkahnya yang terkesan sudah biasa dan tak merasa bersalah. "Yang penting saya sudah mengingatkan dia. Tapi ya, kejadian kayak gini bikin kita sebagai penjual jadi harus lebih jeli lagi," pungkas Zahra.