JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG BARAT - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, ditangguhkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan ini menyusul temuan ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) saat inspeksi mendadak di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).
Penyebab Penutupan
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, mengonfirmasi penangguhan operasional dapur tersebut. "Dari hasil inspeksi yang dilakukan oleh direktur teknis, diketahui bahwa IPAL-nya belum memadai," jelas Ramzi.
Inspeksi mendadak ini dilakukan usai viralnya video Hendrik Irawan joget di media sosial. Ramzi menegaskan, joget tersebut hanya menjadi pemicu pemeriksaan lebih lanjut. "Joget-joget itu hanya aspek moral. Dari situ BGN ingin memastikan kondisi di dapur," imbuhnya.
Pelanggaran Lingkungan
BGN menemukan pelanggaran terhadap aturan pengelolaan limbah dapur SPPG. Ketentuan teknis mewajibkan setiap dapur memiliki IPAL yang memadai untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Tanpa IPAL, limbah cair dari aktivitas memasak dapat mencemari tanah dan sumber air sekitar. Atas temuan ini, BGN menjatuhkan sanksi suspended atau penangguhan operasional.
Tanggapan Pelaku
Hendrik Irawan mengakui kelalaiannya dalam memenuhi persyaratan teknis. "Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Saya menerima keputusan itu," ujar Hendrik saat dikonfirmasi.
Ia menyatakan kesediaannya memperbaiki kekurangan tersebut. "Memang kami akui IPAL belum ada. Mulai besok kami akan benahi secepat mungkin."
Komitmen Perbaikan
Hendrik menegaskan tanggung jawabnya untuk memenuhi semua tuntutan BGN. "Ini jadi tanggung jawab kami untuk memperbaiki, baik dari sisi manajemen, menu, hingga kebersihan dapur."
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas hujatan yang diterima dari netizen. Video jogetnya sebelumnya viral dan dikaitkan dengan pendapatan besar dari program MBG.
Dampak Operasional
Penutupan sementara ini menghentikan distribusi sekitar 9.000 paket makanan setiap hari. Penerima manfaat di sekitar Batujajar harus menunggu hingga perbaikan selesai.
"Anak-anak sebenarnya sudah sangat menunggu, tapi karena ada sidak kemarin, penyaluran harus dihentikan dulu," kata Hendrik dengan nada prihatin.
Jangka Waktu Penutupan
Ramzi menjelaskan, penangguhan akan berlangsung hingga mitra menyelesaikan perbaikan IPAL. "Kalau terkait dengan IPAL, biasanya sepanjang IPAL-nya belum terselesaikan biasanya belum dicabut."
Pencabutan suspended memerlukan permohonan resmi dari mitra disertai bukti penyelesaian temuan. Proses verifikasi akan dilakukan oleh tim BGN sebelum operasional diizinkan kembali.
Proses Penyelesaian
Hendrik menargetkan pembangunan IPAL rampung dalam waktu singkat. Dapur ditargetkan kembali beroperasi pada 31 Maret 2026 jika semua persyaratan terpenuhi.
"Kami akan percepat perbaikan supaya mereka bisa kembali menerima manfaat program ini," janjinya.
Langkah Perbaikan
Tim Hendrik akan melakukan beberapa perbaikan mendasar:
- Pembangunan IPAL sesuai standar teknis
- Peningkatan sistem manajemen dapur
- Perbaikan menu dan kualitas gizi
- Peningkatan standar kebersihan
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk memastikan kecukupan gizi masyarakat. Setiap mitra wajib mematuhi standar operasional yang ditetapkan, termasuk pengelolaan lingkungan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam program sosial. Dapur SPPG lainnya diharapkan dapat mengambil pelajaran dan memastikan kelengkapan fasilitas pendukung operasional.