JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Hubungan Iran dan Israel telah berubah secara dramatis dalam lima dekade terakhir. Dari kemitraan strategis di era 1970-an, kedua negara kini terlibat dalam konflik terbuka yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah dan dunia internasional.
Daftar Isi
Era Kerja Sama Strategis
Sebelum Revolusi Islam 1979, Iran dan Israel menjalin hubungan diplomatik yang erat. Iran di bawah Dinasti Pahlavi menjadi negara mayoritas Muslim kedua yang mengakui Israel setelah Turki.
Kerja sama mencakup bidang ekonomi, militer, dan intelijen. Kedua negara memiliki kepentingan bersama melawan pengaruh nasionalisme Arab dan ekspansi Soviet di kawasan.
Iran saat itu merupakan sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Israel melihat Iran sebagai mitra strategis non-Arab yang dapat membantu menjaga keseimbangan kekuatan regional.
Revolusi yang Mengubah Segalanya
Revolusi Islam 1979 di bawah pimpinan Ayatollah Khomeini mengubah hubungan secara radikal. Rezim baru menjadikan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai pilar ideologi.
Iran memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Israel. Kedutaan Israel di Tehran diserahkan kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Negara ini kemudian mengalihkan dukungan penuh kepada perjuangan Palestina. Program nuklir Iran yang berkembang sejak 1990-an dianggap Israel sebagai ancaman eksistensial.
Dekade Perang Bayangan
Konflik berkembang menjadi perang bayangan selama beberapa dekade. Kedua pihak saling menyerang tanpa selalu mengakui keterlibatan langsung.
Israel melancarkan operasi rahasia termasuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran. Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan tahun 2020.
Serangan udara Israel berulang kali menyasar basis-basis Iran di Suriah. Iran membalas melalui kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina.
Serangan roket dari Lebanon dan serangan terhadap kapal-kapal Israel di laut menjadi pola konflik yang berulang.
Eskalasi Menuju Konflik Terbuka
Serangan Konsulat Damaskus
April 2024 menandai titik balik dramatis. Israel menyerang konsulat Iran di Damaskus dan menewaskan komandan senior Garda Revolusi.
Iran merespons dengan serangan langsung pertama dari wilayahnya. Ratusan drone dan rudal diluncurkan ke Israel meski sebagian besar berhasil dicegat.
Operasi Raising Lion
Eskalasi mencapai puncak pada Juni 2025. Israel melancarkan Operasi Raising Lion yang menargetkan infrastruktur nuklir dan fasilitas militer Iran.
Serangan besar-besaran ini menewaskan ratusan orang. Iran membalas dengan serangan rudal dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya.
Konflik telah bergeser dari perang proksi menuju potensi perang terbuka antara kedua negara.
Dampak dan Polariasi Global
Konflik Iran-Israel kini melibatkan kekuatan global. Amerika Serikat secara terbuka mendukung Israel dengan bantuan militer dan diplomatik.
Iran mendapat dukungan tidak langsung dari Rusia dan China. Polariasi ini menciptakan risiko konflik regional yang lebih luas.
Stabilitas Timur Tengah semakin rapuh. Negara-negara tetangga khawatir dampak konflik akan meluas ke wilayah mereka.
Komunitas internasional terus mendorong de-eskalasi. Diplomasi menjadi tantangan besar mengingat perbedaan ideologis yang mendalam antara kedua pihak.