Hukum

Dendam Bullying, 2 Bocah Bakar Sekolah di Gunungkidul

Ujang Trisno Ujang Trisno 21 Aug 2026 18:20 14 Views
Dendam Bullying, 2 Bocah Bakar Sekolah di Gunungkidul

Dendam Bullying, 2 Bocah Bakar Sekolah di Gunungkidul

JAVASCORNER.CO.ID, GUNUNGKIDUL - Dua bocah kakak beradik berinisial FA (15) dan AD (14) nekat membakar dapur Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah di Jalan Ngawen-Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi nekat itu dipicu oleh rasa dendam lama karena pelaku mengaku pernah menjadi korban perundungan (bullying) dan pemukulan oleh guru saat masih duduk di bangku kelas 1.

Kronologi Pembakaran

Peristiwa pembakaran terjadi pada Kamis (20/8/2026) malam. Kedua pelaku tiba di lokasi dengan membawa solar dari rumah. Mereka kemudian menyiramkan solar ke dapur sekolah yang terbuat dari kayu, lalu membakarnya menggunakan jerami dan kertas yang mereka temukan di sekitar tempat kejadian.

Api dengan cepat membesar dan menghanguskan dapur sekolah. Warga yang melihat kepulan asap langsung berupaya memadamkan api dan melaporkan kejadian ini ke polisi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, menjelaskan bahwa kedua pelaku adalah kakak beradik. Sang kakak (15) sudah tidak bersekolah, sementara adiknya (14) masih duduk di bangku MI tersebut.

Pengakuan Pelaku: Dendam dan Ingin Ramai

Dalam pemeriksaan awal, kedua pelaku mengaku bahwa aksi mereka didasari rasa dendam. Sang kakak menceritakan bahwa sekitar tujuh tahun lalu, saat masih duduk di kelas 1, ia sering diejek oleh teman-temannya dan pernah dipukul oleh seorang guru.

"Kalau pengakuan daripada kedua pelaku ini, pelaku anak ini, mengaku pernah (jadi) korban bullying, waktu dulu 7 tahun yang lalu, menjadi korban bullying maupun ada pemukulan daripada guru. Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut," ujar AKP Tri Hartanto dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (21/8/2026).

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa pembakaran ini dilakukan secara spontan. Ketika itu, sang kakak mengajak adiknya dengan alasan agar kejadian tersebut menjadi perhatian banyak orang.

"Spontan. Ketika itu mengajak adiknya spontan, 'Kalau ini kita bakar pasti nanti jadi ramai,' katanya gitu," jelas Tri.

Polisi Selidiki Pengakuan Bullying dan Pemukulan

Polres Gunungkidul tidak tinggal diam terhadap pengakuan kedua pelaku. Penyidik akan mendalami kebenaran dugaan perundungan dan pemukulan yang dialami pelaku saat masih aktif di sekolah tersebut.

"Akan didalami. Makanya kan kita ada pendampingan dari Bapas, dinas terkait, UPTD PPA," ujar Tri.

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan pasal terhadap kedua bocah tersebut. Keduanya sempat diperiksa di kantor polisi, namun tidak ditahan karena masih di bawah umur. Proses hukum tetap berjalan dengan melibatkan pendampingan dari berbagai pihak terkait, termasuk Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

"Kami ini kan masih taraf penyelidikan, jadi kita belum menerapkan pasal. Kami hanya sebatas untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa pidana dan nanti ke depan kita akan menghadirkan daripada para pihak, dinas terkait, karena ini menyangkut anak, otomatis harus ada pendampingan daripada tersebut," pungkas Tri.

Ruang Kelas Kembali Digunakan, Polisi Pasang Garis Polisi

Akibat kebakaran ini, hanya dapur sekolah yang hangus. Bagian lain, terutama ruang kelas, masih dalam kondisi aman dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kalau yang di lokasi terbakar masih terpasang untuk police line-nya, sedangkan ruang kelas yang tidak terbakar sudah dibuka, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar," jelas Tri.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya penanganan kasus perundungan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah dan orang tua diharapkan lebih peka terhadap kondisi psikologis anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.

Kedua pelaku kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Gunungkidul. Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perundungan yang disebut-sebut menjadi pemicu aksi nekat tersebut.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Gunungkidul #MI YAPPI Natah #Bullying #Polres Gunungkidul #Pembakaran Sekolah

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner