JAVASCORNER.CO.ID, WASHINGTON DC - Dua saudara kembar di Amerika Serikat, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter, didakwa setelah menghapus sekitar 96 database berisi informasi pemerintah federal hanya beberapa menit setelah mereka dipecat dari perusahaan kontraktor pemerintah yang menangani data puluhan lembaga federal AS. Ironisnya, keduanya memiliki rekam jejak kejahatan siber sebelum direkrut.
Kronologi Pemecatan
Perusahaan tempat keduanya bekerja, Opexus, yang berbasis di Washington DC dan melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS, akhirnya mengetahui masa lalu kriminal keduanya pada Februari 2025. Pada 18 Februari, Muneeb dan Sohaib yang tinggal bersama di Virginia dipanggil ke rapat daring via Microsoft Teams. Keduanya langsung dipecat oleh perusahaan. Rapat berakhir sekitar pukul 16.50. Lima menit kemudian, Sohaib mencoba mengakses jaringan perusahaan, tetapi akses VPN dan akun Windows miliknya sudah diblokir. Namun, perusahaan ternyata lupa menonaktifkan akun Muneeb.
Aksi Penghapusan Database
Setelah dipecat, Muneeb dan Sohaib langsung bertindak. Mereka menghapus sekitar 96 database yang berisi informasi pemerintah federal. Penghapusan terjadi dalam hitungan menit setelah pemecatan. Menurut dokumen pengadilan federal, Muneeb telah mengumpulkan sekitar 5.400 username dan password dari jaringan internal perusahaan. Ia membuat script Python untuk mencoba kombinasi login ke berbagai layanan populer. Salah satu script bernama "marriott_checker.py" digunakan untuk menguji login ke jaringan hotel Marriott. Muneeb berhasil masuk ke ratusan akun, termasuk akun DocuSign dan maskapai penerbangan, bahkan menggunakan poin penerbangan korban untuk bepergian.
Pelanggaran Sebelum Pemecatan
Sebelum dipecat, pada 1 Februari 2025, Muneeb meminta Sohaib mengambil password plaintext milik seseorang yang mengajukan keluhan lewat portal publik Equal Employment Opportunity Commission (EEOC). Sohaib lalu melakukan query ke database EEOC dan memberikan password tersebut kepada Muneeb, yang kemudian digunakan untuk mengakses e-mail korban tanpa izin.
Latar Belakang Kriminal
Kedua saudara itu sebelumnya pernah mengaku bersalah pada 2015 dalam kasus peretasan situs web, pencurian data kartu kredit, hingga upaya menjual informasi pribadi di darknet. Sohaib juga pernah mencuri data rekan kerja saat bekerja di Departemen Luar Negeri AS dan memasang perangkat keras untuk memantau sistem pemerintah secara diam-diam. Meski memiliki catatan kriminal, keduanya berhasil kembali masuk ke industri teknologi setelah menjalani hukuman penjara. Muneeb mulai bekerja di Opexus pada 2023, sementara Sohaib menyusul setahun kemudian. Kini, mereka menghadapi dakwaan baru atas penghapusan database pemerintah. Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan kontraktor pemerintah untuk lebih ketat dalam memeriksa latar belakang karyawan, terutama yang memiliki akses ke data sensitif.