Ekonomi

Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Minyak

Ginanjar Sadewa Ginanjar Sadewa 09 Mar 2026 18:27 66 Views
Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Minyak

Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Minyak

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini. Pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi, dolar AS tercatat menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, didorong ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

Data Pergerakan Kurs

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Amerika Serikat menguat sekitar 0,50 persen ke posisi Rp17.009 per dolar AS pagi ini. Pelemahan ini melanjutkan tren dari akhir pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah sudah melemah 20 poin ke level Rp16.925 per dolar AS. Di pasar spot, rupiah turun 0,12 persen ke level yang sama.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga mencatat penurunan. Nilai tukar rupiah JISDOR turun Rp33 atau sekitar 0,20 persen menjadi Rp16.919 per dolar AS.

Faktor Pemicu Pelemahan

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global. Investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS.

Memburuknya sentimen pasar tidak lepas dari memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran di pasar keuangan global.

Dampak Harga Minyak

Kenaikan harga minyak dunia memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah. Harga minyak yang meningkat berpotensi memperlebar defisit perdagangan Indonesia.

Kondisi ini juga dapat memicu kenaikan inflasi domestik. Sentimen lain yang turut memengaruhi adalah penurunan cadangan devisa Indonesia.

Proyeksi Pasar dan Respons BI

Memasuki awal pekan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi perkembangan sentimen global. Data ekonomi Amerika Serikat menjadi perhatian utama.

Lukman menyoroti rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan hasil kuat. Sejumlah indikator ekonomi negara tersebut sebelumnya mencatatkan kinerja solid.

Tekanan terhadap rupiah diprediksi masih berlanjut. Bank Indonesia diperkirakan tetap aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Intervensi ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak pasar global. Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Pergerakan mata uang nasional ini akan terus dipantau pelaku pasar seiring dinamika geopolitik dan harga komoditas global. Respons otoritas moneter menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Ginanjar Sadewa

// Verified Author

Ginanjar Sadewa

System Developer

Bertanggung jawab atas infrastruktur server dan keamanan sistem.

▸ TAG TOPIK

#dolar AS #rupiah melemah #nilai tukar #geopolitik #harga minyak

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner