Internasional

Drone Iran Ancam Selat Hormuz Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak

Aditya Nugraha Aditya Nugraha 09 Mar 2026 03:20 57 Views
Drone Iran Ancam Selat Hormuz Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak

Drone Iran Ancam Selat Hormuz Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Iran memiliki persediaan drone yang cukup untuk mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz selama berbulan-bulan. Ancaman ini memicu lonjakan harga minyak dan gas alam global setelah serangan terhadap enam kapal di jalur vital tersebut.

Intelijen dan analis militer mengungkapkan hal ini di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Sejak Sabtu lalu, Teheran telah meluncurkan ratusan rudal dan lebih dari 1.000 drone ke negara-negara Teluk sekutu Washington.

Kapasitas Militer Iran

Centre for Information Resilience (CIR) memperkirakan kapasitas produksi drone Iran mencapai 10.000 unit per bulan. Negara ini dikenal sebagai produsen drone utama di kawasan.

Drone generasi terbaru Shahed-136 memiliki jangkauan 700–1.000 kilometer. Jangkauan ini cukup untuk menjangkau seluruh pesisir selatan Teluk dari daratan atau kapal Iran.

Sebanyak 65 drone berhasil menembus pertahanan udara Uni Emirat Arab sejak konflik pecah. Beberapa di antaranya menghantam pusat data Amazon, Bandara Internasional Dubai, dan hotel Fairmont.

Stok Rudal yang Diperdebatkan

Militer Israel memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 rudal. Analis lain menyebut angka ini bisa mencapai 6.000 unit.

Stok rudal strategis Iran menjadi titik lemah. Rusia dinilai sulit memasok ulang karena tekanan perang di Ukraina. China juga berhati-hati agar tidak merusak hubungan dengan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk.

Persediaan rudal sebelumnya berkurang karena dipasok ke Hizbullah di Lebanon dan kelompok Houthi di Yaman. Jumlah peluncur rudal juga menyusut setidaknya setengahnya dalam setahun terakhir akibat serangan Israel dan AS.

Dampak pada Pasar Energi

Selat Hormuz merupakan jalur sempit antara Iran dan Oman. Sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat ini.

Aktivitas pelayaran di jalur vital tersebut nyaris terhenti setelah serangan terhadap enam kapal. Lonjakan harga energi pun tak terhindarkan.

Harga minyak Brent naik sekitar 12% pekan ini. Harga gas alam acuan Eropa bahkan melonjak sekitar 50%. Pelaku pasar energi bersiap menghadapi potensi lonjakan harga lanjutan.

Opsi Militer Lainnya

Jika stok rudal dan drone mulai menipis, Iran masih memiliki opsi menggunakan ranjau laut. Dryad Global memperkirakan Iran memiliki 5.000 hingga 6.000 ranjau laut.

Ranjau tersebut dapat dipasang di dasar laut, digerakkan roket, atau dibiarkan hanyut. Hingga kini belum ada indikasi ranjau telah ditebar di Selat Hormuz.

Analis memperingatkan proses pembersihan ranjau laut bisa memakan waktu lama. Gangguan pelayaran berpotensi berlangsung selama berbulan-bulan jika opsi ini digunakan.

Durasi konflik akan sangat ditentukan oleh ketersediaan persenjataan Iran. Meski menghadapi tekanan internasional, kemampuan produksi drone tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi global.

Aditya Nugraha

// Verified Author

Aditya Nugraha

Staff Redaksi

Jurnalis teknologi yang fokus pada perkembangan ekosistem digital.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Selat Hormuz #drone #minyak #konflik

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner