JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Sebuah drone milik militer Rusia dilaporkan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl, Ukraina, pada Minggu (7/6/2026). Serangan ini memicu kebakaran hebat yang berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa atau luka.
Kronologi Serangan
Menurut pernyataan Staf Umum Kyiv dan badan atom negara, sebuah bangunan penerima kontainer di fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas hancur sebagian akibat serangan udara tersebut. Beruntung, tidak ada bahan bakar bekas yang sedang disimpan di lokasi saat drone menghantam.
Kebakaran yang sempat berkobar berhasil dipadamkan oleh petugas di lapangan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka akibat insiden ini.
Reaksi Ukraina
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, langsung memberikan kecaman keras melalui pernyataan resmi di platform media sosial X. Ia menegaskan bahwa tindakan Rusia ini merupakan bentuk intimidasi berbahaya yang tidak bisa ditoleransi.
"Ini bukan pertama kalinya pasukan Rusia menempatkan fasilitas nuklir Ukraina dalam risiko," tulis Sybiha. "Blackmail nuklir Rusia dan ancaman terhadap keselamatan nuklir bersifat sistemik, disengaja, dan tidak dapat diterima."
Dampak dan Ancaman Keselamatan Nuklir
Serangan ini terjadi di lokasi bersejarah yang menjadi tempat bencana nuklir terburuk di dunia pada 1986. Sebelumnya, pada Februari 2025, drone Rusia juga sempat merusak lengkungan pengaman di atas reaktor Chernobyl yang sudah tidak beroperasi. Rusia saat itu membantah bertanggung jawab.
Kyiv dan Moskow terus saling tuduh terkait serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia di Ukraina tenggara, yang kini diduduki Rusia dan merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa. Pemerintah Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai serangan terbaru ini.
Insiden ini kembali menyoroti risiko keselamatan nuklir di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan. Dunia internasional diharapkan terus mengawasi dan menekan kedua belah pihak untuk menjaga keamanan fasilitas nuklir.