Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan terkait sosok Reza Pahlavi. Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menyatakan bahwa masyarakat Iran tidak menganggap serius putra mahkota terakhir Shah Iran tersebut.
Boroujerdi menegaskan bahwa kemunculan Reza Pahlavi di Amerika Serikat tidak mendapat perhatian berarti dari rakyat Iran. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap aktivitas politik Reza Pahlavi di luar negeri.
Pandangan Resmi Pemerintah Iran
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta, Boroujerdi dengan tegas menyampaikan posisi pemerintah Iran. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Iran tidak menganggap Reza Pahlavi sebagai sosok yang serius dalam percaturan politik negara mereka.
"Masyarakat negara kami tidak menganggap ada dan tidak menganggap serius orang yang tadi disebutkan," tegas Boroujerdi. Pernyataan ini disampaikan dengan nada yang cukup tegas dan jelas.
Alasan Penolakan Terhadap Reza Pahlavi
Boroujerdi memberikan beberapa alasan mengapa Reza Pahlavi tidak dianggap serius oleh masyarakat Iran. Pertama, ia mengingatkan sejarah dukungan Amerika Serikat terhadap Shah Reza Pahlavi yang melakukan kudeta terhadap Mohammad Mosaddegh pada 1953.
Kedua, Boroujerdi menekankan bahwa kepemimpinan Shah Reza justru menciptakan kebencian rakyat yang memicu revolusi 1979. Revolusi inilah yang mengubah Iran dari monarki menjadi republik seperti sekarang.
Konteks Historis yang Penting
Boroujerdi dengan cermat menjelaskan konteks sejarah yang melatarbelakangi sikap masyarakat Iran. Ia mengajukan pertanyaan retoris: "Apabila memang mereka adalah pihak yang mengharapkan demokrasi bagi Iran, mengapa masyarakat Iran harus turun ke jalanan pada tahun 1979?"
Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa revolusi 1979 merupakan ekspresi nyata keinginan rakyat Iran. Perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke republik dianggap sebagai pilihan rakyat sendiri.
Realitas Politik Saat Ini
Meski mengakui adanya ketidakpuasan dan protes di Iran, Boroujerdi menegaskan bahwa kelompok yang protes pun tidak menganggap Reza Pahlavi serius. "Pihak yang protes dan tidak puas pun di Iran tidak menganggap orang ini sebagai orang yang serius," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Reza Pahlavi dianggap bukan negarawan sejati. Kritik ini terutama terkait dengan sikap Reza Pahlavi yang dianggap mendukung tindakan AS-Israel terhadap Iran.
Implikasi Hubungan Internasional
Pernyataan Boroujerdi ini memiliki implikasi penting dalam hubungan internasional. Sikap pemerintah Iran terhadap Reza Pahlavi menunjukkan konsistensi posisi politik negara tersebut.
Pernyataan ini juga menjadi penegasan bahwa pemerintah Iran tidak menganggap oposisi dari luar negeri sebagai ancaman serius. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri pemerintah Iran terhadap dukungan rakyatnya.
Dengan penjelasan yang jelas dan berdasar sejarah, Boroujerdi berhasil menyampaikan posisi resmi Iran. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kepada komunitas internasional tentang sikap tegas Iran terhadap figur-figur yang dianggap tidak mewakili kepentingan rakyat Iran.