JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman buka suara terkait penutupan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa SPPG yang tidak memenuhi standar akan disuspensi.
Penjelasan Dudung Soal SPPG Tutup
Dudung mengaku telah bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. Ia mendapat penjelasan bahwa akan ada pengecekan ulang terhadap seluruh SPPG.
"Saya ketemu dengan Kepala BGN bahwa memang akan dicek ulang bahwa yang tidak memenuhi syarat, itu nanti akan disuspen," kata Dudung di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, penutupan sejumlah SPPG terjadi karena ada hal-hal yang tidak sesuai standar BGN. "Maka ini akan ditertibkan oleh Kepala BGN yang baru. Ya, mudah-mudahan ke depan akan semakin baik, sehingga MBG ini betul-betul dirasakan dan sesuai harapan Presiden," ujarnya.
Penyebab Penutupan SPPG
Sebelumnya, puluhan SPPG di berbagai daerah menghentikan operasional. Penyebab utamanya adalah dana dari BGN belum cair.
SPPG di Demak
Koordinator wilayah BGN Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin, mengatakan 30 SPPG berhenti operasional sementara. "Hari ini yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair di Kabupaten Demak ada 30 SPPG," kata Muzani, Senin (8/6/2026).
SPPG di Brebes
Koordinator wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menyebut 31 SPPG menghentikan distribusi makanan. Dana operasional dari pusat belum dicairkan hingga Senin (8/6/2026).
Dampak Bagi Siswa Penerima MBG
Akibat penutupan sementara, ribuan siswa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menerima paket makanan seperti biasa. Meski demikian, para siswa berharap program segera kembali berjalan karena dinilai bermanfaat bagi kebutuhan gizi mereka.
Dudung berharap penertiban SPPG dapat membuat program MBG lebih baik ke depannya. "Sehingga MBG betul-betul dirasakan dan sesuai harapan Bapak Presiden," pungkasnya.