JAVASCORNER.CO.ID, CIANJUR - Video aksi perkelahian yang diduga melibatkan pelajar SD dan SMP di Cianjur viral di media sosial. Polisi akan menyelidiki lokasi kejadian dan mengidentifikasi pelaku.
Video berdurasi 42 detik itu menunjukkan sekelompok anak berseragam SD dan seorang pelajar SMP terlibat perkelahian satu lawan satu. Insiden diduga terjadi di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur.
Video Viral 42 Detik
Video yang beredar di media sosial menampilkan empat orang saling berkelahi. Mayoritas terlihat mengenakan seragam SD, sementara satu orang diduga pelajar SMP tidak memakai seragam.
Adegan dimulai dengan kerumunan anak-anak. Kemudian muncul seorang remaja yang langsung terlibat perkelahian fisik.
Lokasi Dugaan
Berdasarkan informasi awal, peristiwa terjadi di wilayah Kelurahan Bojongherang. Polisi masih memverifikasi akurasi lokasi dan waktu kejadian.
Penyelidikan Polisi
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menyatakan pihaknya akan menelusuri video viral tersebut. Penyidikan bertujuan mengungkap fakta sebenarnya.
"Kami segera telusuri videonya," kata Alexander pada Senin, 20 April 2026. "Kami akan mengetahui kapan dan di mana aksi tersebut terjadi, serta siapa saja yang terlibat."
Langkah Awal
Polisi akan melakukan beberapa langkah investigasi:
- Mengumpulkan bukti digital dari video viral
- Mengidentifikasi lokasi kejadian melalui ciri-ciri visual
- Melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelaku
- Berkordinasi dengan pihak sekolah terkait
Imbauan Kapolres
Alexander mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Pengawasan khusus diperlukan saat anak berada di luar jam sekolah.
"Saya mengimbau agar bersama anak-anak kita supaya tidak melakukan tindakan negatif," tegasnya. "Apalagi perkelahian dan penganiayaan."
Peran Orang Tua
Orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pergaulan anak di lingkungan sekitar
- Aktivitas di media sosial
- Perubahan perilaku yang mencurigakan
- Waktu pulang sekolah yang tidak wajar
Kasus Kekerasan Pelajar Lainnya
Polres Cianjur juga menerima pengaduan terkait aksi kekerasan pelajar lainnya. Polisi akan menyelidiki apakah kasus tersebut berkaitan dengan video viral.
"Apakah berkaitan atau tidak dengan satu kasus aksi kekerasan yang dialami pelajar," ujar Alexander. Investigasi akan dilakukan secara komprehensif.
Tren Mengkhawatirkan
Insiden ini menambah daftar kekerasan pelajar di Cianjur. Beberapa bulan terakhir, beberapa kasus serupa telah dilaporkan.
Polisi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat untuk menekan angka kekerasan di kalangan pelajar. Program pencegahan akan diintensifkan.
Masyarakat diharapkan melaporkan setiap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungannya. Kerja sama antara warga dan aparat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Polisi berjanji menindak tegas pelaku kekerasan tanpa pandang bulu.