Viral

ESDM Pastikan Isu Emas di Kali Comal Pemalang Hoaks, Warga Diminta Berhenti Mendulang Liar

Ujang Trisno Ujang Trisno 12 Sep 2026 11:29 32 Views
ESDM Pastikan Isu Emas di Kali Comal Pemalang Hoaks, Warga Diminta Berhenti Mendulang Liar

ESDM Pastikan Isu Emas di Kali Comal Pemalang Hoaks, Warga Diminta Berhenti Mendulang Liar

Javas Corner - Kabar mengenai penemuan emas di bantaran Kali Comal, tepatnya di bawah jembatan tol ruas Pemalang-Batang, Desa Klangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, sempat menghebohkan masyarakat. Isu tersebut bahkan memicu warga dari berbagai daerah berdatangan ke lokasi untuk mencari material yang disebut-sebut mengandung emas.

 

Namun, setelah dilakukan peninjauan dan kajian teknis, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Jawa Tengah memastikan kawasan tersebut tidak memiliki potensi endapan emas yang terbentuk secara alamiah.

 

Kepastian itu disampaikan Supriyadi dari Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Utara, Jawa Tengah, saat memberikan keterangan di Balai Desa Klangdepok, Jumat (11/9/2026). Keterangan tersebut disampaikan setelah pihaknya bersama unsur terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang sebelumnya ramai didatangi warga.

 

Menurut Supriyadi, secara geologi lokasi bantaran Kali Comal tersebut berada pada formasi alluvium. Formasi alluvium merupakan lapisan material yang terdiri dari pasir, kerikil, kerakal, dan lumpur yang merupakan hasil endapan sungai. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan terdapatnya emas sebagai hasil proses geologi alamiah dinilai sangat kecil, terlebih tidak ditemukan sumber potensi mineral emas di kawasan sekitarnya.

 

Supriyadi menjelaskan, apabila memang ditemukan benda yang menyerupai emas atau bahkan perhiasan emas di lokasi tersebut, benda itu lebih mungkin merupakan benda yang sebelumnya dimiliki manusia. Benda tersebut dapat saja tercebur atau hilang, kemudian terbawa arus sungai dan akhirnya tertimbun bersama material endapan di bantaran Kali Comal.

 

"Jika ditemukan emas atau perhiasan, itu kemungkinan besar merupakan sisa-sisa hasil evakuasi kegiatan banjir atau aktivitas manusia lainnya yang terbawa arus dan terdampar di sana. Bukan bentukan alam," jelas Supriyadi.

 

Dengan demikian, temuan benda logam atau perhiasan yang diklaim masyarakat bukan menjadi bukti adanya tambang emas alami di wilayah tersebut. Sebelum adanya penjelasan dari ESDM, kabar mengenai penemuan emas di Kali Comal telah menyebar luas di tengah masyarakat.

 

Informasi yang beredar menyebutkan seorang penambang pasir lokal menemukan perhiasan emas yang kemudian dikabarkan memiliki nilai hingga puluhan juta rupiah setelah dijual di Pasar Comal. Kabar tersebut kemudian menyebar dan menarik perhatian warga. Puluhan orang bahkan disebut berdatangan ke Desa Klangdepok untuk mencoba mendulang pasir di bantaran Kali Comal dengan harapan menemukan emas.

 

Supriyadi mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi mengenai penemuan sumber daya mineral yang belum mendapatkan pembuktian secara teknis.

 

"Jangan percaya pada berita-berita yang belum bisa dibuktikan secara teknis maupun yuridis. Jika kurang yakin, masyarakat dapat memverifikasi langsung ke lokasi atau berkonsultasi dengan pihak berwenang," imbaunya.

 

Saat dilakukan peninjauan, aktivitas warga yang sebelumnya melakukan penggalian di lokasi tersebut sudah tidak terlihat. Pemerintah Desa Klangdepok bersama unsur keamanan juga diimbau untuk terus menjaga ketertiban serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hasil pemeriksaan di lapangan.

 

Kepala Desa Klangdepok, Syamsul Huda, juga telah membantah kabar mengenai adanya kandungan emas di aliran Kali Comal wilayah desanya. Menurut Syamsul, hasil investigasi dan pengecekan langsung bersama unsur Koramil, Polsek, dan Satpol PP tidak menemukan kandungan emas di lokasi sebagaimana isu yang beredar.

 

Dengan adanya pemeriksaan dari pihak ESDM dan keterangan pemerintah desa, kabar mengenai tambang emas di bawah jembatan tol ruas Pemalang-Batang kini mendapatkan penjelasan. Masyarakat pun diharapkan tidak kembali melakukan penggalian hanya karena tergiur informasi mengenai harta karun atau emas yang beredar di media sosial.

 

#ESDM #KaliComal #Pemalang #HoaksEmas #TambangEmas #PendulanganLiar #CekFakta #BeritaViral #WargaPemalang #InfoTerkini

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner