Viral

Fakta di Balik Viral Gas SO2 Anak Krakatau yang Disebut Mengepung Jabodetabek dan Banten

Ujang Trisno Ujang Trisno 07 Sep 2026 02:01 43 Views
Fakta di Balik Viral Gas SO2 Anak Krakatau yang Disebut Mengepung Jabodetabek dan Banten

Fakta di Balik Viral Gas SO2 Anak Krakatau yang Disebut Mengepung Jabodetabek dan Banten

Javas Corner - Media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan yang menyebut gas Sulfur Dioksida (SO2) dari erupsi Gunung Anak Krakatau bergerak mengepung wilayah Jabodetabek dan Banten. Kabar tersebut menyebar cepat dengan narasi bahwa angin membawa gas beracun langsung ke permukiman padat penduduk, lengkap dengan daftar bahaya kesehatan dan seruan agar pemerintah segera membagikan masker gratis.

 

Kepala Badan Geologi Lana Saria angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar luas tersebut. Ia menjelaskan bahwa gunung api yang mengalami erupsi magmatik memang melepaskan gas SO2 dalam jumlah besar. Namun, sebaran dan dampaknya sangat bergantung pada ketinggian pelepasan gas serta arah angin.

 

"Jika gas SO2 mencapai altitude atau ketinggian atmosfer yang tinggi, biasanya wilayah paparan gasnya juga berada di bagian atmosfer atas," ujar Lana dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

 

Ia mencontohkan erupsi Gunung Api Ruang pada 2024. Ketika itu, gas dilepaskan hingga ketinggian 5.000 meter di atas permukaan laut sehingga paparannya menyebar di atmosfer tinggi hingga mencapai Pulau Sumatera.

 

Berbeda dengan kasus tersebut, erupsi Anak Krakatau saat ini berupa lava fountain yang melepaskan gas pada ketinggian atmosfer yang relatif rendah. Akibatnya, paparan gas bisa menyebar di lapisan atmosfer bawah yang dekat dengan permukaan tanah.

 

"Karena terbawa angin maka paparan gas SO2 dapat dirasakan atau tercium oleh masyarakat di wilayah Banten, Jabodetabek, ataupun Lampung," jelasnya.

 

Lana menegaskan bahwa pada konsentrasi yang melebihi ambang normal, gas SO2 memang dapat menyebabkan iritasi mata dan paru-paru, batuk, sesak napas, hingga kegagalan pernapasan. Namun, semakin jauh dari sumber erupsi, konsentrasinya akan semakin encer oleh udara sehingga dampaknya berkurang meski baunya mungkin masih tercium.

 

Ia juga mengklarifikasi bahwa peta SO2 yang viral berasal dari Windy, yaitu peta sebaran gas di atmosfer pada ketinggian tertentu yang terbawa angin melintasi Jabodetabek dan Banten. Peta tersebut bukanlah gambaran langsung konsentrasi gas di permukaan tanah.

 

Penjelasan ini diharapkan bisa meredakan kepanikan warga. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

 

#GasSO2 #AnakKrakatau #Jabodetabek #BadanGeologi #ErupsiVulkanik #SulfurDioksida #CekFakta #KesehatanMasyarakat #Banten #InfoBencana

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner