JAVASCORNER.CO.ID, SURABAYA - Sebuah video berdurasi 2 menit 15 detik yang diduga melibatkan dua mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya viral di media sosial X dan TikTok. Kampus langsung membentuk Komisi Etik untuk mendalami kronologi, pihak terlibat, serta proses perekaman dan penyebaran rekaman tersebut.
- Video Berdurasi 2 Menit 15 Detik Beredar Luas
- Diduga Terjadi di Salah Satu Ruang Kelas Unair
- Komisi Etik Dalami Kronologi dan Fakta Kejadian
- Kampus Selidiki Proses Perekaman dan Penyebaran Video
- Sanksi Belum Diputuskan
- Unair Minta Publik Tidak Berspekulasi
Video Berdurasi 2 Menit 15 Detik Beredar Luas
Video tersebut memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan yang diduga mahasiswa berada di dalam ruang kelas yang tampak sepi. Rekaman diambil menggunakan kamera ponsel dari bagian belakang ruangan. Keduanya diduga melakukan tindakan yang dinilai melanggar norma akademik.
Video itu menyebar ke berbagai platform, termasuk X dan TikTok, dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Diduga Terjadi di Salah Satu Ruang Kelas Unair
Pihak Unair membenarkan lokasi kejadian berada di salah satu ruang kelas kampus. Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, mengatakan peristiwa terjadi pada pekan lalu.
“Di ruang kelas salah satu gedung kita. Sesama mahasiswa, kejadiannya minggu kemarin,” ujar Pulung. Identitas dan fakultas pihak terlibat belum diungkap karena proses verifikasi masih berlangsung.
Komisi Etik Dalami Kronologi dan Fakta Kejadian
Unair menyerahkan penanganan kasus kepada Komisi Etik. Tim ini bertugas mengumpulkan fakta secara objektif untuk dasar pengambilan keputusan.
“Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar, dan saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Pulung.
Kampus Selidiki Proses Perekaman dan Penyebaran Video
Unair juga menelusuri bagaimana perekaman dilakukan hingga video tersebar luas. “Kami melakukan pendalaman bagaimana sampai video itu muncul dan bagaimana sampai terjadinya perekaman tersebut,” jelas Pulung.
Langkah ini untuk memperoleh gambaran menyeluruh dan memastikan semua pihak terkait diperiksa sesuai prosedur.
Sanksi Belum Diputuskan
Kampus belum mengambil keputusan soal sanksi. Semua menunggu hasil investigasi Komisi Etik. “Untuk sanksi juga masih menunggu hasil pendalaman tersebut,” ujar Pulung.
Proses pemeriksaan dilakukan hati-hati agar setiap fakta terverifikasi sebelum langkah lanjutan diambil.
Unair Minta Publik Tidak Berspekulasi
Di tengah perhatian publik yang tinggi, Unair meminta masyarakat menghormati proses pemeriksaan. “Kami menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan konten terkait,” kata Pulung.
Kampus menegaskan komitmen menjaga nilai etika, moral, dan tata perilaku akademik. “Universitas Airlangga memiliki visi excellence with morality. Kami tidak hanya menekankan keunggulan pendidikan, tetapi juga nilai moral dan etika yang harus dijaga,” tegasnya.
Hingga Jumat (19/6/2026), Komisi Etik Unair masih melakukan pendalaman. Hasil investigasi akan menjadi dasar kebijakan kampus selanjutnya.