Psikologi

FOMO: Ketakutan Kehilangan yang Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

Ujang Trisno Ujang Trisno 26 Feb 2026 21:54 100 Views
FOMO, media sosial, kesehatan mental

Pengertian FOMO

Pernahkah Anda merasa gelisah saat melihat teman bersenang-senang di media sosial? Atau merasa harus selalu hadir di setiap acara meski lelah? Jika iya, Anda mungkin mengalami FOMO (Fear of Missing Out).

FOMO bukan sekadar istilah gaul belaka. Ini adalah kecemasan nyata bahwa orang lain mengalami hal menyenangkan tanpa kita. Dalam kadar wajar, rasa ini bisa memotivasi bersosialisasi.

Peran Media Sosial dalam Memicu FOMO

Media sosial menjadi bahan bakar utama FOMO. Setiap scroll, kita melihat highlight reel kehidupan orang lain: liburan eksotis, karier cemerlang, dan pencapaian gemilang.

Tanpa sadar, kita membandingkan kehidupan nyata dengan versi terbaik kehidupan orang lain. Perbandingan ini memicu perasaan tidak cukup sukses, tidak cukup bahagia, dan tidak cukup berarti.

Dampak Psikologis FOMO

Dari sudut pandang psikologi, FOMO berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia akan koneksi sosial. Sebagai makhluk sosial, kita butuh diterima dan dihargai.

Namun ketika kebutuhan ini bergantung pada pengakuan daring, kita menyerahkan kendali kebahagiaan pada hal tak terkendali. Ini termasuk jumlah like, komentar positif, atau undangan acara.

Dampak Negatif FOMO pada Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan FOMO berkorelasi dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Semakin sering seseorang memeriksa media sosial, semakin cemas ia merasa tertinggal.

Lingkaran setan ini terus berputar: cemas memicu scroll, scroll memicu cemas. Energi mental terkuras untuk hal-hal yang sebenarnya tidak esensial bagi kesehatan mental kita.

Ironi FOMO dalam Kehidupan Sehari-hari

Yang lebih ironis, FOMO justru membuat kita kehilangan momen yang sedang berlangsung. Saat menghadiri konser, kita sibuk merekam untuk diunggah.

Saat makan bersama teman, mata sibuk mengecek notifikasi. Kita hadir secara fisik, tapi absen secara mental dalam momen berharga tersebut.

Cara Mengatasi FOMO dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Lalu bagaimana keluar dari jerat FOMO? Psikolog menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, praktikkan kesadaran penuh (mindfulness) saat menggunakan media sosial.

Sadari perasaan yang muncul saat melihat unggahan tertentu. Apakah Anda merasa senang atau justru iri? Kedua, batasi waktu daring dan perbanyak interaksi nyata.

Tips Praktis Mengurangi FOMO

Ketiga, ingatkan diri bahwa media sosial adalah sorotan, bukan gambaran utuh kehidupan seseorang. Yang terpenting, belajarlah menikmati ketidakhadiran.

Tidak apa-apa tidak hadir di setiap acara. Tidak apa-apa tidak tahu setiap trending topic. Tidak apa-apa melewatkan sesuatu demi kehadiran utuh pada kehidupan Anda sendiri.

Kesimpulan: Menemukan Kebahagiaan Sejati

Pada akhirnya, kebahagiaan sejati tidak datang dari menjadi bagian dari semua hal. Kebahagiaan datang dari merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

Dan itu hanya bisa ditemukan saat kita berani mematikan layar. Saat kita menghidupkan kembali koneksi dengan diri sendiri dan momen saat ini.

Karena saat kita khawatir kehilangan momen di tempat lain, kita justru kehilangan momen paling berharga. Momen saat ini, di sini, bersama diri sendiri yang sebenarnya.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#FOMO #media sosial #kesehatan mental #kecemasan #mindfulness

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner