JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Media sosial legendaris Friendster resmi kembali hadir setelah bertahun-tahun menghilang dari internet. Platform yang sempat menjadi primadona anak muda era 2000-an itu kini bangkit dengan konsep baru dan sudah bisa diakses pengguna iPhone di Indonesia.
- Kabar Comeback Friendster
- Siapa di Balik Kebangkitan?
- Konsep Baru Neo-Friendster
- Fitur Unik Pertemanan
- Ketersediaan dan Rencana ke Depan
Kabar Comeback Friendster
Kabar comeback Friendster diumumkan langsung oleh programmer asal Philadelphia, Mike Carson. Dalam unggahan blognya pada Senin (27/4), Carson mengungkap bahwa dirinya telah membeli domain Friendster sekaligus hak mereknya pada tahun lalu.
Kini, aplikasi Friendster versi terbaru resmi meluncur di App Store untuk pengguna iOS berusia 13 tahun ke atas. Aplikasi buatan Friendster Labs Inc. itu memiliki ukuran sekitar 5,9 MB dan sempat masuk jajaran top chart kategori social networking di App Store.
Siapa di Balik Kebangkitan?
Carson diketahui merupakan pengusaha teknologi yang bergerak di bidang SaaS dan bisnis domain internet. Ia mengaku mulai tertarik menghidupkan kembali Friendster setelah melihat domain Friendster.com aktif lagi pada Oktober 2023 usai delapan tahun offline.
Dari penelusurannya melalui data WHOIS dan koneksi bisnisnya, Carson berhasil menemukan pemilik domain tersebut. Ia kemudian mencapai kesepakatan untuk membeli Friendster.com senilai US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin serta menukar satu domain lain yang menghasilkan ribuan dolar per tahun dari iklan.
Konsep Baru Neo-Friendster
Pada masa kejayaannya, Friendster pernah memiliki lebih dari 115 juta pengguna terdaftar, terutama dari kawasan Asia-Pasifik. Namun popularitasnya perlahan meredup setelah munculnya Facebook dan MySpace.
Kini, Carson ingin menghadirkan kembali pengalaman media sosial yang lebih positif dan sederhana seperti era awal internet. Ia menegaskan Neo-Friendster tidak akan menjual data pengguna, tidak memiliki algoritma rumit, dan bebas iklan.
Fitur Unik Pertemanan
Salah satu fitur unik yang langsung mencuri perhatian adalah sistem pertemanan baru. Pengguna hanya bisa menambahkan teman dengan cara menyentuhkan ponsel secara langsung.
Menurut Carson, konsep tersebut sengaja dibuat agar pengguna benar-benar bertemu di dunia nyata dan terhubung dengan orang asli, bukan sekadar akun anonim di internet.
Ia juga mengaku terinspirasi dari pengalaman media sosial lawas seperti OkCupid, tempat dirinya bertemu sang istri.
Ketersediaan dan Rencana ke Depan
Saat ini Neo-Friendster baru tersedia untuk iOS dan belum memiliki versi web yang aktif. Namun Carson memastikan versi Android dan website sedang dalam tahap pengembangan dan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Bagi para pengguna Android, bersabarlah. Kehadiran Friendster kembali diharapkan bisa membawa angin segar bagi dunia media sosial yang mulai jenuh dengan algoritma dan iklan.