JAVASCORNER.CO.ID, MANADO - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Manado, Bitung, Tondano, dan Minahasa Utara pada Sabtu (4/4/2026) pukul 09.35 Wita. Guncangan ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pasca-gempa besar M 7,6 yang terjadi dua hari sebelumnya.
Data Teknis Gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa terletak di laut pada koordinat 1,19° Lintang Utara dan 126,20° Bujur Timur. Pusat gempa berada 122 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 32 kilometer.
Gempa ini masuk kategori gempa dangkal. Getarannya dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah karena kedalaman hiposenternya.
Rangkaian Aktivitas Seismik
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, mengonfirmasi gempa M 5,6 merupakan susulan dari gempa utama M 7,6 di Pulau Batang Dua pada Rabu (2/4/2026).
"Hingga pukul 09.35 Wita, total gempa bumi susulan yang tercatat mencapai 739 gempa," jelas Tony, Sabtu (4/4/2026).
Magnitudo gempa susulan bervariasi:
- Terbesar: M 5,8
- Terkecil: M 1,7
Dampak dan Pernyataan Resmi
Getaran gempa dirasakan masyarakat di empat wilayah utama. BMKG menyatakan guncangan berdampak pada aktivitas warga, meski laporan kerusakan fisik signifikan belum masuk.
Tony menegaskan pemantauan intensif terus dilakukan. Tim BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan berikutnya.
"Kami meminta warga menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak pasca-gempa sebelumnya," tambahnya.
Trauma Warga
Dua hari pasca-gempa besar, banyak warga masih dilanda kecemasan. Indah Pesik, ibu rumah tangga di Kecamatan Wane, mengaku was-was setiap terjadi gempa susulan.
"Masih trauma. Sedangkan mau mandi, pintu kamar mandi tidak dikunci masih jadi pikiran kalau ada kejadian seperti gempa kemarin," ujar Indah.
Ia menyiapkan langkah antisipasi praktis. "Kalau malam sudah bilang lebih dulu sama orang rumah. Kunci pintu dan pagar rumah simpan di samping pintu agar gampang dicari."
Pengalaman Langsung
Angel Rawis, ibu rumah tangga asal Minahasa Utara, membagikan momen panik saat gempa M 7,6 terjadi.
"Saya panik dan langsung menggendong dua anak saya yang masih balita lari keluar rumah. Tanpa sadar kepala anak saya sudah terayun-ayun, yang penting cari selamat dulu," kenangnya.
Keduanya berharap situasi segera normal. Doa bersama digaungkan agar tidak ada lagi korban atau kerusakan tambahan.
Kondisi Infrastruktur
Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dikonfirmasi tetap beroperasi normal. Penerbangan tidak terganggu oleh rangkaian gempa susulan ini.
Aktivitas pelabuhan dan jalur transportasi darat utama juga berjalan lancar. Pemerintah daerah memastikan layanan publik berfungsi.
Pemulihan Pasca-Gempa Besar
Gempa M 7,6 pada 2 April lalu menyebabkan sejumlah kerusakan. Laporan awal menyebutkan:
- Gedung KONI Manado mengalami kerusakan
- Satu orang meninggal dunia
- Beberapa bangunan mengalami retakan struktural
- Pasien rumah sakit sempat dirawat di lobi untuk antisipasi
Proses perbaikan infrastruktur terus berjalan. Tim gabungan dari pemerintah pusat dan daerah melakukan assesmen menyeluruh.
Masyarakat diimbau melaporkan kerusakan rumah atau fasilitas umum ke posko terdekat. Bantuan sementara telah disalurkan bagi warga yang terdampak paling parah.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Frekuensinya diperkirakan menurun seiring waktu. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.